|
Silahkan Baca
Tilik UPTD

Masuk UPTD Sambit: ”Datang Senyum, Pulang Senyum”

Oleh: Agus Prasmono

uptd kepala

Kepala UPTD didampingi Pengawas, Ketua MKKS, dan Ketua PGRI Sambit

Motto diatas merupakan wujud paradigma baru pelayanan UPTD Pendidikan Kecamatan Sambit dibawah kepemimpinan Kepala UPTD yang baru yaitu Sarjono, S.Pd, M.Pd. yang mulai berdinas di Sambit awal tahun 2013 ini. Hal ini terbukti ketika Dinamika datang ke kantor UPTD yang letaknya di komplek bekas kantor Kawedanan Arjowinangun tersebut. Senyum manis Mbak Anis yang memang manis orangnya di bagian front office dan salam akrab dari seluruh jajaran pegawai UPTD mengawali pembicaraan Dinamika dengan jajaran UPTD Sambit. Demikian juga Sarjono, S.Pd, M.Pd sang Kepala UPTD yang semula nampak angker dengan kumis “Gatotkaca” nya, ternyata diluar digaan, beliau  mudah akrab, familiar dan murah senyum, sehingga walaupun baru kenal  beberapa saat dengan Dinamika, seolah telah menjadi sahabat karib yang lama tak bersua. Rupanya pelayanan prima menjadi program utama dalam melaksanakan tugas keseharian di UPTD Sambit ini. “Pegawai harus memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat khususnya yang berhubungan dengan dunia pendidikan baik pelayanan kepada siswa, orang tua maupun masyarakat”, ujar Sarjono kepada Dinamika.

Selain itu, Menurut Kepala UPTD yang bernah menjabat Kabid Diklusepora di Jambi ini, kualitas Guru akan terus dipacu dan ditingkatkan. Untuk itu tidak segan-segan menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten, kalangan akedemisi dari perguruan tinggi dan praktisi pendidikan yang kompeten untuk mendongkrak kemampuan dan kompetensi guru di wilayah Kecamatan Sambit dalam bentuk pelatihan, pendampingan kegiatan maupun workshop. Kebijakan ini rupanya mendapat dukungan dari seluruh jajaran UPTD sambit. Ketua MKKS Sambit Subadi yang juga kepala SDN Bulu misalnya, dalam kesempatan yang sama juga siap mengamankan semua kebijakan Dinas Pendidikan dan UPTD serta siap menciptakan kondisi yang kondusif bagi proses pembelajaran dan pengembangan pendidikan, sehingga Sambit diharapkan menjadi kiblat pengembangan pendidikan di Kawasan Ponorogo bagian tenggara.

Demikian juga di jajaran pengawas, Mahfud Ashari, M.PdI, misalkan, saat Dinamika datang ke Sambit sedang melaksanakan Program Pembinaan PKG/PKB yang terus dilaksanakan di setiap Gugus dengan durasi tiap Gugus memakan waktu tiga hari. Selain itu jajaran pengawas juga terus mengadakan pembinaan UKG dan persipan PLPG bagi guru yang belum serfikasi. Dengan demikian diharapkan semua guru di Kecamatan Sambit siap menghadapi  semua perkembangan pendidikan yang terus melaju dengan cepat ini. Dijamin di Sambit tidak ada lagi Guru yang tidak kompeten dan tidak mengikuti perkembangan pendidikan terkini. Selain itu para pengawas juga disibukkan dengan pembinaan persiapan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan akreditasi di enam sekolah, sehingga hampir-hampir para pengawas tidak sempat “nyelehne  bokong” karena kesibukannya.

Kalau dilihat dari jumlah Guru memang di Sambit masih kekurangan sekitar 45 Guru. Hal ini bisa dilihat dari jumlah SD Negeri yang ada 24 SDN yang tersebar di 16 Desa dengan jumlah siswa 2.678 anak. Sementara Guru yang ada masih 195 orang. Namun demikian tidak menjadi kendala yang berarti, dengan menyikapinya dengan GTT di beberapa SD. Namun demikian tetap berharap adanya pengisian lowongan tersebut dengan Guru tetap PNS sehingga bisa meningkatkan percepatan peningkatan kualitas pendidikan yang sedang digalakkan pemerintah dewasa ini.

SDN 1 Sambit sebagai Pioner

Dari luar SD yang letaknya berhadapan dengan kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Sambit ini sudah menunjukkan nuansa dan suasana yang menggembirakan. Halaman yang luas dan bersih serta rindang dengan berbagai tumbuhan pelindung dan bunga-bunga yang sedang mekar. Gedung yang bagus dan tertata dengan rapi.  Ketika Dinamika datang, Drs. Hadi Witono sang Kepala Sekolah sudah berdiri menyambut dengan senyum keramahan. Belum lagi teh hangat dan pisang goreng manis menemani di ruang tamu yang luas dan nyaman. Betul-betul membuat betah dan tak terasa hampir dua jam ngobrol  dengan Kepala Sekolah yang asli Jabung ini. Menurut Hadi Witono, sekolah yang dipimpinnya ini berdasarkan catatan yang ditemukannya berdiri sejak tahun 1889. Jadi jauh sebelum Indonesia merdeka di Sambit sudah ada sekolah, hanya entah apa namanya apa sekolah ongko loro atau sekolah apa yang jelas sekolah ini memang telah lama keberadaannya.

Di ruang tamu sekaligus ruang kerja kepala sekolah berjejer piala yang memenuhi almari menunjukkan betapa banyak prestasi yang telah diraih oleh SD ini. Mulai Juara Adzan tingkat Kabupaten, Juara Mipa tingkat Kecamatan, Juara I untuk kategori Talenta terbaik kakang senduk tahun 2010, Runer Up genduk tahun 2011 dan setumpuk prestasi lain yang tidak mungkin disebutkan disini karena banyaknya piala yang telah diperolehnya. Rupanya sekolah ini menyeimbangkan antara prestasi akademis dan non akademis. Di Bidang akademis misalkan, Nilai Ujian Nasional terbaik untuk wilayah Kecamatan Sambit, hampir dipastikan selalu diraih dari sekolah ini.

Di bidang pembangunan karakter rupanya Hadi Witono juga tidak mau menganggab remeh. Beberapa ekstrakurikuler menjadi andalan sekolah ini. Untuk membangun kecintaan pada budaya bangsa dan seni tradisi maka kerawitan  merupakan salah satu ekstra kurilkuler yang dikembangkan di sekolah ini. Dengan menggandeng wali murid dan persatuan orang tua murid maka mendapat kesempatan berlatih kerawitan dengan gratis di salah satu rumah  wali murid.

uptd native

Native speaker dari Amerika berdialog dengan siswa SDN 1 Sambit

Di bidang kepramukaan. SDN 1 sambit seolah menjadi pioner kepramukaan tingkat SD di Kecamatan Sambit yang tahun ini mewakili Jambore tingkat cabang Ponorogo yang diadakan di Jetis. Demikian juga ekstrakurikuler Robotik, merupakan salah satu SD di wilayah Sambit yang mengembangkan ekstrakurikuler jenis ini dengan menggandeng SMPN 1 Jetis sebagai mitra. Drumband “Gita Kharisma” SDN 1 Sambit merupakan Drumband kebangggaan warga Sambit yang selalu tampil di setiap ada iven penting tingkat kecamatan Sambit mulai Pawai Budaya, Lintas Sejarah, peringatan Hardiknas dll.

Selain itu untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris SDN 1 Sambit mempunyai lembaga Kursus Bahasa Inggris yang dikenal dengan “Excellent English Course” atau yang lebih dikenal dengan EEC. Kusus ini dilaksanakan seminggu tiga kali mulai jam dua hingga jam empat sore. Pesertanyapun selain murid SDN 1 Sambit juga bisa diikuti oleh siswa dari SD yang lain. Bahkan untuk meningkatkan kemampuan berbagasa Inggris SD ini juga mengundang native speaker dari Amerika yang sekarang menjadi Guru di SMAN Sambit. Dengan demikian diharapkan para siswa mempunyai pengalaman berbahasa dengan orang asing yang sehari-hari menggunkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.  Selain itu masih ada lagi ekstra Komputer dan tartil Qur’an yang mewajibkan semua siswa SDN 1 sambit harus bisa sholat dengan benar dan membaca al Qur’an dengan baik. Bahkan hal terakhir ini tertuang dalam syarat kelulusan KTSP SDN 1 Sambit.  Selain itu masih ada ekstrakurikuler PKS yang melatih siswa dalam berperan serta dalam membangun ketertiban dan kedisiplinan berlalu lintas.

 uptd guru sdn 1

Para Guru SDN 1 Sambit  Berpose Sehabis senam pagi

Ada lagi yang hebat di SDN ini yaitu adanya lembaga yang bernama Paguyuban Orang Tua Siswa. Paguyuban yang menghimpun orang tua siswa per kelas ini sering membantu sekolah dalam pengembangan pendidikan di sekolah. Bahkan belum lama ini ada kesepakatan yang dibuat oleh Paguyuban Orang Tua berupa  tidak menghidupkan TV selama jam belajar dan orang tua siap mendampini anak masing-masing ketika jam belajar. Cara ini ternyata cukup efektif dalam membangun kebiasaan belajar dan mencipkan iklim belajar yang baik di lingkungan keluarga.

Kepala sekolah yang satu ini memiliki banyak ide untuk mengembangkan sekolah yang dipimpinnya, memang tidak heran mengingat sejak remaja memang senang berorganisasi sehingga sampai saat inipun luar biasa organisasi yang diikutinya. PGRI Cabang Sambit dua periode berturut turut dialah Ketuanya. Selain itu masih aktif di MKKS sebagai bendahara,  Ketua II KPRI Bina Utama Sambit serta berbagai kegiatan dimasyarakat yang lain. Menurut Kepala Sekolah yang mengawali karirnya sebagai Guru di SDN 2 Sendang Ngrayun, serta berikutnya pindah ke SDN 1 Bedingin, SDN Temon I Bungkal, SDN Bancangan, dan pernah menjadi Kepala Sekolah pertama di SDN 3 Gajah yang terkenal sebagai wilayah yang sulit dijangkau di kecamatan Bambit ini, bertekat terus mengembangkan sekolah yang dipimpinnya.

Dia prihatin dengan perkembangan moral anak didik dewasa ini, maka dia juga mengusulkan agar jam belajar yang selama ini banyak anak usia sekolah yang cangkrukan di pinggir jalan bisa diatur dalam Perda Pendidikan Ponorogo, sehingga tidak semakin banyak anak usia sekolah yang jam sholat mahgrib masih tongkrongan di pinggir jalan. Menurutnya pendidikan karakter terbaik adalah melalui agama dan untuk menyibukkan serta agar anak  mengisi waktu luangnya dengan berbagai kegiatan yang positif, anak harus diikutsertakan ekstrakurikuler dalam rangka memacu perkembangan dan potensi yang dimiliknya.

Untuk Pembiasaan  keagamaan setiap pagi semua siswa wajib mengaji al Qur’an sebelum pelajaran dimulai, sedangkan ketika istirahat melakukan sholat dhuha.  Sehabis pelajaran sebelum pulang semua siswa sholah dhuhur berjama’ah bersama. Semua siswa SDN 1 Sambit memakai jilbab setiap hari. Potensi anak harus dikembangkan, demikian menurut Hadi Witono sebelum mengakhiri pembicaraan dengan Dinamika. Kegiatan ekstrakurikuler yang begitu banyak di SDN 1 Sambit ini ternyata tidak mengurangi prestasi akademik  namun  sebaliknya  justru  memacu  prestasi akademik. Keduanya ternyata bisa berjalan bersinergi. (AGUS PRASMONO)

Profil Kepala UPTD Pendidikan Sambit

uptd sarjono

Nama        : Sarjono, S.Pd., M.Pd.
T/T lahir  : Madiun, 30 April 1964
Alamat      : Desa Janti, Slahung, Ponorogo.
Anak          : 2 orang (Kedokteran Hewan UGM dan SMP Terpadu)
 
Riwayat Pendidikan           :
1976          : SDN Sukorejo I Kebonsari Madiun
1980          : SMPN 2 Dolopo, Madiun
1983          : SMAN Uteran Madiun
1988          : D-3 Bahasa Inggris STKIP Ponorogo
1999          : S-1 Bahasa Inggris Universitas Negeri Jambi
2005          : S-2 Universitas Negeri Jakarta
 
Riwayat Pekerjaan/Jabatan:
1993          : Guru SMK Negeri 1 Kuala Tungkal Jambi
2001          : Kepala SMP Negeri 2 Kuala Tungkal Jambi
2003          : Kabid Diklusepora, Dinas Pendidikan Kab. Tanjung Jabung Barat, Jambi.
2007          : Mutasi dan menjadi Staf PLS Dinas Pendidikan Kab. Ponorogo
2009          : Kasi Pembinaan dan Kepangkatan Dinas Pendidikan Kab. Ponorogo
2010          : Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kota Ponorogo
2013       : Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sambit

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: