|
Silahkan Baca
Artikel, Teknik Pembelajaran

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Pada Siswa

Oleh : Dra. Siti Fatimah

siti fatimahHasil dan proses pembelajaran umumnya dipengaruhi oleh faktor metode pembelajaran. Faktor-faktor pembelajaran terdiri dari tiga, yaitu faktor kondisi pembelajaran, faktor metode dan hasil pengajaran. Faktor kondisi pembelajaran merupakan faktor mempengaruhi efek metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Factor metode berinteraksi dengan factor kondisi pembelajaran, terdiri atas tujuan pembelajaran, karakteristik bidang studi, kendala dan karakteristik siswa. Sedangkan hasil pembelajaran dapat berupa hasil pembelajaran diinginkan telah ditetapkan terlebih dahulu dan hasil pembelajaran nyata. Hal ini sering disebut sebagai perolehan hasil belajar.

Karakteristik siswa berupa bakat, motivasi dan kemampuan telah dimiliki siswa mempengaruhi pemilihan strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian, disamping pengaruh utama pada strategi pengelolaan pengajaran : Baik tidaknya perolehan hasil belajar siswa sebagai hasil system persekolahan masih dipengaruhi oleh masukan utama, yaitu siswa itu sendiri, masukan internal seperti kurikulum, guru dan sarana prasarana sekolah lainnya dan juga masukan lainnya seperti lingkungan sekolah, ekonomi, social budaya dan politik. Dengan demikian perolehan hasil belajar siswa di pengaruhi oleh siswa itu sendiri, factor instrumen dan factor lingkungan.

Sardiman (1991) berpendapat bahwa terdapat tiga factor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. (1) Faktor yang bersifat internal, yaitu semua factor ada dalam diri siswa itu sendiri (minat, bakat dan keseriusan); (2) factor bersifat eksternal, yaitu factor berasal dari luar siswa (lingkungan, orang tua, ekonomi dan politik); (3) factor fisik (jasmaniyah), yaitu factor berkaitan dengan kesehatan dan kesempurnaan fisik dan mental. Bertitik tolak dari tiga factor-faktor mempengaruhi perolehan hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa perolehan hasil dicapai oleh siswa tidaklah terbentuk begitu saja, tetapi merupakan interaksi antara berbagai factor baik dalam diri siswa maupun dari luar siswa itu sendiri.

Apabila seseorang melakukan kegiatan tidak sesuai dengan minatnya, maka akan menghasilkan prestasi kurang memuaskan. Sebaliknya apabila minat terpenuhi, maka seseorang itu akan dapat kesenangan dan kepuasan batin dapat menimbulkan motivasi belajar. Pendapat itu didukung oleh Suryabrata (1983) yang mengatakan bahwa minat merupakan factor penting dan menentukan prestasi belajar. Sementara itu menurut Harriz dan Liba seperti dikutip oleh Tuharjo (1988:140), minat merupakan perilaku secara fungsional merupakan realisasi atau pengetahuan keterpesonaan, keterasikan, kepuasan, perhatian, kesenangan, kebiasaan, kesegaran dan terwujud pada tingkat frekuensi kesinambungan dan intensitas pemilihan serta perilaku seseorang terhadap sesuatu.

Seperti telah dikemukakan diatas minat mempunyai pengaruh cukup besar terhadap keberhasilan belajar seseorang. Sudah banyak kasus bias dicatat bahwa salah satu sebab kegagalan studi dialami seseorang dikarenakan bidang ditekuni tidak sesuai dengan minatnya. Keberadaan minat memang tidak lepas dari kondisi psikis lainnya. Minat sangat dekat sekali dengan motivasi, bakat atau psikis lainnya.

Minat dapat ditingkatkan intensitasnya dengan bantuan lingkungan sekitarnya, yaitu oleh orang tua, guru dan teman sebaya, sekolah, konselor atau pekerja social. Untuk meningkatkan hasrat berprestasi dalam dunia pendidikan dapat ditempuh dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap orang tua serta guru dalam menciptakan iklim berprestasi dirumah maupun di Sekolah.

Permasalahan siswa di sekolah antara lain : (a) daya ingat siswa sangat terbatas, (b) siswa cenderung cepat bosan untuk memperhatikan pelajaran, kemudian ngobrol dengan pasangan duduknya, (c) siswa tidak beruasaha memproses pelajaran sulit diterima di sekolah dengan metode lebih mudah di dapat di luar sekolah, (d) siswa tidak mengkaitkan dan mencari kata kunci dalam pelajaran matematika dengan kehidupan di masyarakat, (e) kemampuan berfikir rasional siswa sangat lemah dalam mengerjakan soal-soal matematika, (f) motivasi belajar siswa rendah terhadap mata pelajaran matematika, (g) variasi strategi dalam pembelajaran masih kurang dan (h) hasil belajar siswa rendah.

Dengan demikian minat merupakan factor psikologis mempengaruhi efisiensi dan hasil proses belajar dapat dicapai anak didik sebagai pelajar. Oleh karena itu agar harapan dan kenyataan ada tidak ada kesenjangan maka hal-hal tersebut diatas perlu diperhatikan dalam rangka meningkatkan intensitas minat (Utami dan Fauzan, 1987 :16). Dalam hal ini minat dimaksud adalah minat belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Nurhadi dkk. ( II REV. 2004 ). Pembeljaran Kontextul ( Contextual Teaching and Leaning / CTL ) dan penerapannya dalam KBK.

Malang : Universitas Negeri Malang

Dra. Siti Fatimah adalah guru SMP Negeri 1 Slahung Kecamatan Slahung

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: