|
Silahkan Baca
Artikel, Kreatifitas Guru, Teknik Pembelajaran

Peranan Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Prestasi Belajar IPS

Oleh : Tri Adi Rochaeny

tri adiPrestasi belajar merupakan hasil yang sungguh-sungguh dicapai oleh siswa dalam kegiatan belajarnya. Prestasi belajar memang sangat diharapkan semua pihak, baik oleh siswa maupun oleh orang tua serta lembaga pendidikan. Karena dengan memiliki prestasi belajar yang tinggi seseorang akan mampu memecahkan segala permasalahan yang dihadapinya dan dapat dijadikan bekal hidup kelak dikemudian hari. Keberhasilan dalam bidang pendidikan mempunyai andil besar pada keberhasilan pembangunan nasional. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu melahirkan generasi yang cerdas,cakap dan tangguh. Karakter tersebut dapat dicaai dengan kegiatan pramuka.

Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga di luar sekolah dan sekaligus merupakan wadah pembinaan generasi muda dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan. Metode Kepramukaan dan Sistem Among ikut serta secara aktif mendidik sumber daya manusia agar dapat menjadi kader bangsa yang bertanggung jawab atas tercapainya perjuangan tujuan Pembangunan Nasional. Pramuka di dalamnya selalu ada kegiatan yang berhubungan dengan alam. Jika dikaitkan dengan matapelajaran di sekolah jenis kegiatan pramuka secara tidak langsung berhubungan dengan matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Oleh karenanya pada penulisan ini difokuskan ada dampak positip dari  hal tersebut

Sekolah atau lembaga sendiri kebanyakan memang sangat sedikit memberikan porsi atau perhatian terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat membawa siswa ke arah dewasa, cakap, mandiri. Kebanyakan sekolah hanya memberi target bagaimana siswa memperoleh nilai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) yang tinggi, sementara tujuan lain kurang dapat menjadi perhatian. Padahal tujuan pendidikan kita bukan semata-mata memperoleh nilai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah yang tinggi melainkan lebih dari itu.

Sebenarnya banyak kegiatan yang dapat bermanfaat bagi pembentukan jiwa siswa untuk lebih maju, mandiri, cakap dan dewasa. Salah satu kegiatan yang selama ini mampu mendewasakan siswa adalah kegiatan kepramukaan. Namun bagi sebagian sekolah, guru atau orangtua mengganggap bahwa kegiatan pramuka hanyalah kegiatan yang ketinggalan jaman, hanya menyita waktu saja, termasuk menyita waktu belajar siswa. Bahkan ada lagi yang beranggapan kegiatan kepramukaan tidak penting, sangat membahayakan diri siswa. Hal itu terbukti hanya sekian persen saja dari siswa yang mau aktif berlatih kepramukaan.

Pramuka merupakan salah satu lembaga yang ditugaskan untuk menyelenggarakan pendidikan kepanduan. Sebenarnya eksistensinya ada hampir di setiap lembaga resmi misalnya Kepolisian, Dinas Kesehatan, Perhutani, dan semua lembaga pendidikan. Sebenarnya tugas yang diemban pramuka sangat kuat sebab hal ini tertuang dalam Kepres RI nomor 238 tanggal 20 Mei 1961. Kepres tersebut memuat tentang Gerakan Pramuka Indonesia sebagai satu-satunya badan atau lembaga yang ditugaskan untuk menyelenggarakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan Pemuda Indonesia. 

Pada kegiatan pramuka ini materi yang diberikan kepada siswa mencakup aspek yang lebih luas dan bersifat umum. Artinya kegiatan pramuka mencapai aspek kehidupan, lingkungan, bakat serta pengembangan jiwa anak didik. Pada dasarnya kegiatan pramuka adalah satu kegiatan yang bertujuan membimbing agar mengenal jati diri dan lingkungannya dengan harapan kelak menjadi kader bangsa  tanggap dan mampu berkarya serta mempunyai kepribadian yang luhur.

Hal inilah yang belum begitu dipahami oleh sebagian wali murid, guru, bahwan siswa sendiri akan arti dan pentingnya kegiatan pramuka. Untuk itu kami melakukan suatu pengamatan guna mengetahui dampak positip kegiatan ekstrakurikuler pramuka dengan prestasi belajar terutama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dikarenakan kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang hampir seluruh materinya diberikan di luar sekolah atau ruang belajar.

Sedangkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi serta interaksi antara manusia dengan lingkungannya dalam kaitannya dengan hubungan susunan keruangan dan kewilayahan.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi anggapan dan mengenalkan lebih dekat yang cenderung kurang tepat dalam memahami makna, arti serta tujuan dari kegiatan pramuka. Agar kegiatan pramuka tidak terkesan sekedar bermain yang materinya hanya bernyanyi dan berkemah. Bahkan anggapan itu dulu pernah terjadi pula pada orangtua atau wali murid  di SD Negeri Sukosari. Sekarang anggapan itu telah berkurang dengan sendirinya.

Menurut Lord Baden Powell dalam bukunya berjudul “B-P’s out Look” berbunyi, “Scouting is not a science to be solemnly studied, nor is it not  collection of doctrine and texts. Nor it is a jolly game in the out of doors, where boy-man and boy can go adventuring together as leader ang younger brother picking up health and happiness, handycraft and help fulness”. Artinya, “ Kepramukaan bukanlah ilmu yang harus dipelajari secara tekun, bukan pula suatu kumpulan dari ajaran-ajaran dan naskah-naskah buku. Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bermain bersama-sama, mengadakan pengembaraan seperti saudara kakak beradik, membina kesehatan, ketrampilan dan suka memberi pertolongan”

Kegiatan pramuka sebagai alat kelengkapan sekolah, memerlukan koordinasi yang efektif. Dalam arti dilaksanakan secara berencana, terprogram dan terarah agar tidak terkesan kegiatan yang bersifat musiman. Sehingga dari kegiatan Pramuka itu diharapkan mampu membuat siswa dalam menunjang prestasi belajar di sekolah sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari terutama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

Kegiatan di alam terbuka, sebagai salah satu unsur Metode Kepramukaan, merupakan cara yang efektif dalam proses pembentukan watak dan kepribadian, pemantapan mental/moral/spiritual, fisik, intelektual, emosional dan sosial peserta didik sebagai individu dan sbagai anggota masyarakat, karena itu kegiatan di alam terbuka dalam kepramukaan penting dilaksanakan.(H.Arivai Harahap:vii)

Adapun metode kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui : 1. Pengamalan kode kehormatan pramuka, 2. Belajar sambil melakukan (learning by doing), 3. Sistem beregu (patrol sistem), 4. Kegiatan yang menantang dan mengikat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda pramuka, 5. Kegiatan di alam terbuka, 6. Kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan, 7. Sistem tanda kecakapan, 8. Sistem satuan terpisah untuk putra dan putri, 9. Swadaya

Sekarang sedang hangat-hangatnya diberitakan bahwa, khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran atau ekstrakurikuler wajib dan itu diatur dalam undang-undang. Pramuka ini akan jadi ekskul wajib untuk berbagai jenjang tidak hanya di SD. Nantinya juga akan bekerjasama dengan Kemenpora.

Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan dari SD/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB.IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

Di masa yang akan datang peserta didik akan mengahadi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.

Mata pelajaran IPS disusun secara sistimatis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan (BNSP.2007:19)

Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan  kehidupan masyarakat dan lingkungannya, 2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memcahkan masalah, dan ketrampilan dalam kehidupan sosial, 3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, 4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global. Ruang lingkup pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meliputi hal-hal sebagai berikut : 1. Manusia, Tempat, dan Lingkungan; 2. Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan 3.  Sistem Sosial dan Budaya.4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.

Kemajuan Prestasi belajar siswa. Dengan  adanya kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SD Negeri Sukosari seperti tali-temali, cerdas cermat, menyanyikan lagu Wajib Nasional, PBB, outbond dan lain-lain, maka pengalaman dan pengetahuan anak bertambah lebih banyak sehingga dapat membuat tandu darurat dalam kegiatan PPPK, senang menyanyikan lagu Wajib dari pada menyanyi lagu pop atau dangdut, dapat membedakan antara bendera-bendera negara anggota ASEAN. Siswa dapat menunjukkan arah mata angin dari segala penjuru dengan cepat dan benar. Mayoritas siswa dapat menjawab pertanyaan berupa gambar rambu-rambu lalu lintas dengan benar. Siswa lebih berani berpendapat, bahkan lebih giat dalam melakukan Upacara Bendera setiap hari Senin dengan disiplin dan penuh tanggungjawab.

Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar siswa terutama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Karena Pakaian Seragam Pramuka, Tanda Pengenal, Tanda Jabatan, dan Tanda Kehormatan Gerakan Pramuka berpengaruh dan berfungsi sebagai alat pendidikan dalam memicu terwujudnya tujuan kepramukaan, ialah manusia yang madiri, peduli, bertanggung jawab, dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat.

Penulis adalah Kepala Sekolah SDN SUKOSARI, Kec. Kauman, Kab. Ponorogo

 DAFTAR RUJUKAN

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.1983,Bahan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan,Jakarta

Lembaga Pendidikan Kader Pramuka Cabang Ponorogo.2001,Bahan Serahan KMD ( Kursus Mahir Dasar),Ponorogo

Lembaga Pendidikan Kader Pramuka Cabang Ponorogo.2001,Bahan Serahan Materi Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo,Ponorogo

BSNP.2007,Stamdar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingakat SD/MI,Jakarta.

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: