|
Silahkan Baca
Artikel, Pendidikan Karakter

Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Siswa

Oleh: Purwadi

purwadiPendidikan karakter merupakan sesuatu yang penting bagi pendidikan suatu bangsa. Bangsa berkarakterlah yang mampu berkompetisi di tingkat global. Jika kita menengok realita pendidikan karakter di bangsa ini, maka pertanyaannya adalah sudahkah bangsa kita memiliki kekokohan karakter yang dibutuhkan? Seberapa pentingkah peran pendidikan karakter bagi suatu bangsa? Artikel berikut akan mendiskusikan tentang pentingnya pendidikan karakter di satu sisi dan di sisi lain bagaimana manfaatnya dalam kehidupan berbangsa.

Karakter adalah organisasi dinamis pada individu tempat sistem psikofisikal menentukan penyesuaian unik terhadap lingkungan (Fatchul Mu’in:162). Jadi karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif (Azzet, 2011:27). Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

Secara psikologis dan sosiologis, dalam diri  manusia terdapat  beberapa unsur yang dapat membentuk karakter seseorang. Unsur-unsur ini kadang juga menunjukkan bagaimana karakter seseorang. Unsur-unsur itu antara lain; sikap, emosi, kemauan, kepercayaan, dan kebiasaan (Fatchul Mu’in, 2011:162). Pertama adalah sikap (attitude), sikap seseorang biasanya adalah merupakan bagian karakternya, bahkan dianggap sebagai cerminan karakter seseorang tersebut. Sikap seseorang dalam menghadapi sesuatu yang dialaminya, biasanya menunjukkan bagaimana karakternya. Namun tidak seratus persen sikap yang ditunjukkan adalah karakternya, melainkan ada kemungkinan sebab lain yang mendorong untuk menunjukkan sikapnya.

Kedua emosi (emotion), emosi identik dengan perasaan yang kuat. Emosi adalah gejala dinamis dalam situasi yang dirasakan manusia, yang disertai dengan efeknya pada kesadaran, perilaku, dan juga merupakan proses fisiologis. Misalnya, saat kita merespon sesuatu yang melibatkan emosi, kita menyadari dan mengetahui makna  apa yang hadapi dan baru saja  terjadi (kesadaran), kita merespon apa yang terjadi dengan marah  tegang kemudai janjung berdetak kencang (fisiologis). Kita bereaksi terhadap apa yang menimpa kita(perilaku). Ketiga kepercayaan, kepercayaan adalah komponen kognitif manusia dari factor sosiopsikologis. Kepercayaan bahwa itu benar, itu salah atas dasar bukti, sugesti otoritas, pengalaman, dan intuisi sangatlah penting untuk membangun watak dan karakter manusia.

Keempat kebiasaan dan kemauan (habit and ambition). Kebiasaan adalah aspek perilaku yang menetap, berlangsung secara otomatis, tidak direnakan. Kebiasaan adalah pelaziman yang berlangsung pada waktu yang lama atau sebagai reaksi khas yang diulangberkali-kali. Setiap orang membpunyai kebiasaan yang berbeda dalam merespon stimulus tertentu. Adapun kemauan merupakan kondisi yang sangat mencerminkan karakter seseorang. Ada orang yang mempunyai kemauan kuat untuk mengalahkan kebiasaan. Ada pula orang yang lemah sehingga kebiasaan mengalahkan kemauannya. Kelima konsepsi diri (self conception). Hal penting lainnya yang berkaitan dengan pembangunan karakter (character bulding) adalah konsepsi diri. Konsepsi diri adalah bagaimana kita harus membangun diri, apa yang kita inginkan dari, dan bagaimana kita menempatkan diri dalam kehidupan. Dalam menjalani hidup bukan hanya mengatakan biarlah mengalir, terjadilah apa yang terjadi cuek pada diri sendiri.

Kelima unsur karakter itulah perlu dikembangkan. Namun demikian, kita harus tetap memegang konsep bahwa pendidikan sebagai agent of change harus mampu mengubah karakter peserta didik yang kurang baik menjadi karakter yang baik, dan mengembangkan karakter yang luhur menjadi karakter yang lebih biak lagi.

Indonesia Heritage Poundation (dalam Ahmad tafsir, 2011:42) merumuskan setidaknya terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: (1) karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; (2) kemandirian dan tanggungjawab; (3)  kejujuran/amanah, diplomatis; (4) hormat dan santun; (5) dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; (6) percaya diri dan pekerja keras; (7) kepemimpinan dan keadilan; (8) baik dan rendah hati, dan; (9) karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.

Dari manakah pendidikan karakter itu dimulai? Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya dimulai dan  diterapkan sejak usia dini atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Sebaiknya  pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak. Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.

Yang lebih penting lagi pendidikan karakter adalah pembangunan karakter guru. Guru sebagai ujung tombak character bulding mempunyai peranan penting. Karena gurulah yang terdepan dalam mengawal perubahan karakter bangsa ini di masa yang akan datang. Guru harus tetap menjadi orang yang harus digugu dan ditiru. Bukan wagu tur saru. Digugu dan ditirunya guru itu bukan hanya dalam kelas atau di sekolah saja. Tetapi guru juga harus mampu menjadi panutan masyarakat yang hidup berdampingan disekitarnya. Itulah pentingnya pendidikan karakter ini bagi kemajuan bangsa.

Penulis adalah guru MIN Paju Ponorogo

DAFTAR PUSTAKA

Azzet, Akhmad Muhaimin, Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia (Revitalisasi Pendidikan Karakter terhadap Keberhasilan Belajar dan Kemajuan Bangsa, Jogjakarta, Ar-Ruzz Media,2011

Mu’in, Fatchul, Pendidikan Karakter Kontruksi Teoritik & Praktik (Urgensi Pendidikan Progresif dan  Peran Guru dan Orang Tua), Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2011

Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendkatan Baru, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2010

Tafsir, Ahmad, Pendidikan karakter perspektif Islam, Bandung, PT Remaja Rosdakarya,2011.

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

One thought on “Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Siswa

  1. Ya, setuju dengan pentingnya pendidikan karakter buat siswa, tetapi bagaimana penerapannya dalam sistem pendidikan kita?

    Posted by Samsul | 23 Juli 2013, 16:06

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: