|
Silahkan Baca
Pengantar Redaksi

Pengantar Redaksi Volume 6 No.6 – Mei 2013

Oleh: Sugiyanto

Pembaca Dinamika menimbang ketidakjujuran pelaksanaan UN (Ujian Nasional) sebetulnya kerja otak apa rasa? Alibi dimana  dan oleh siapa ketidakjujuran bisa dilaksanakan  mungkin dapat kita argumenkan. Pertama pada pembuat soal, jelas sangat tidak mungkin mereka membuat semua paket. Kedua para pengkaji soal, mungkin argumen juga sama. Ketiga proses percetakan, pekerja begitu menerima master sampai pengepakan soal berinisiatif tidak jujur. Keempat pengiriman sampai di Provinsi, Kabupaten, maupun Polsek dan Tempat Penyelenggaraan. Kelima pada tingkat panitia dan pengawas.  Keenam mental siswa yang menginginkan ketidakjujuran. Ketujuh factor kepentingan ketidakjujuran itu kebutuhan siswa, sekolah, pemerintah atau politik. Terlepas pada itu semua,  sekali lagi sebetulnya kerja otak apa rasa?

Organ tubuh yang satu ini memang sangat unik dan luar biasa. Dengan organ luar biasa ini berbagai dimensi tentang hidup manusia mampu terpecahkan. Manusia mampu mnengatasi berbagai kondisi alam. Manusia mampu menciptakan berbagai sarana untuk memudahkan kehidupan. Baik  kehidupan sebagai  mahkluk individu maupun sosial dapat terpenuhi.  Tidak heran organ ini menyita perhatian para ahli. Ahli kedokteran, biologi dan psikologi begitu giat mengkajinya. Akhirnya semua menyepakati betapa hebatnya otak manusia. Dan dinyatakan juga bahwa dalam otak manusia ada perilaku (kebutuhan) bawakan dan perilaku perolehan. Ki Hajar Dewantoro memilah ajar dan dasar. Kondisi otak yang demikian menghasilkan perbedaan perilaku manusia. Termasuk perilaku ketidakjujuran dalam UN.

Muhyidin dalam The True Power of Heart (2007:35) menyatakan ada bagian yang tak tertampung di otak yaitu rasa. Otak  mampu berfikir tentang rasa sehingga menghasilkan kecerdasan emosional. Otak  juga mampu berfikir tentang benar, jujur, cinta, kasih, kelembutan sehingga menghasilkan kecerdasan spiritual. Namun demikian pusat rasa bukan di otak manusia. Selaras dengan pendapat tersebut, jangan-jangan ketidakjujuran itu sudah masuk dalam rasa atau hati. Bila ini benar perlu revolusi hati ataupun evolusi. Tentu saja hal tersebut berlaku untuk keluarga, masyarakat, pelaku pendidikan, pemerintah dan praktisi politik. Mereka harus sepakat Jujur Pasti Baik.

Sekali lagi redaksi terus menunggu goresan penamu Guru Ponorogo khususnya. Teruslah berkarya demi bangsa dan negara. Dan mulailah menulis di majalah kita ini. (red. Gik)

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: