|
Silahkan Baca
Artikel, Bimbingan Konseling, Pendidikan Karakter

Memahami Kenakalan Anak Secara Dini

Oleh: Efendi Widodo, S.Pd*

Efendi WidodoFenomena kenakalan anak dapat ditengarai sebagai suatu sebab munculnya sikap atau perubahan yang dialami oleh anak dapat disebabkan oleh beberapa factor, apakah eksternal maupun internal yaitu disebabkan oleh pengaruh orang lain atau keinginan diri sendiri. Sebagai orang tua tentu harus memperhatikan factor kelaian kepribadian yang menimpa putra–putrinya tersebut dan hal ini selekasnya orang tua menangani secara serius, karena sikap seperti itu dapat merugikan dirinya sendiri disamping akan merugikan orang lain.

Sesungguhnya orang tua menginginkan dan mendambakan anaknya menjadi anak yang patuh dan menurut apa yang dinasehati, apa-apa  yang diperintahkan. Tidak sedikit orang tua yang mengeluh kalau anaknya itu tidak menuruti kata-katanya bahkan tidak sedikit anak-anak mengabaikan alias tidak mau mendengarkan kata-kata orang tuanya. Bermacam cara yang ditempuh orang tua untuk menghadapi hal demikian. Ada yang dibiarkan, dan didiamkan, bahkan tidak jarang orang tua bertindak diktaktor dengan menggunakan kekerasan alias memukuli anak, namun janganlah cepat-cepat memfonis anak membangkang, cobalah instrospeksi, mungkin cara memberi nasehat kita yang belum efektif, belum benar dan belum tentu anak yang bersalah.

Perubahan pada anak adalah suatu hal yang wajar sesuai perkembangan fisik, psikis dan sosialnya, walaupaun demikian orang tua harus memperhatikan gejala perubahan itu, mengingat anak-anak kita belum mempunyai pedoman yang pasti, perhatian yang kurang akan membawa anak pada perkembangan yang salah.

Cara-cara mengawasi perubahan dan perkembangan anak diantaranya adalah; a) Preventif. Dalam hal ini orang tua berupaya untuk dapat mencegah hal-hal yang dapat menghalangi penyesuaian diri anak. b) Korektif. Dalam hal ini orang tua harus berupaya untuk dapat mencari jalan keluar guna membantu perkembangan dan penyesuaian diri anak. c) Preveratif. Dalam hal ini orang tua harus berupaya untuk dapat mempengaruhi agar apa yang dilaksanakan dalam korektif tetap dapat berjalan dengan baik.

Dari berbagai sikap orang seperti ini akan berhubungan dengan sikap dan perubahan yang ada pada diri anak. Orang tua perlu juga mengetahui berbagai perubahan sikap anak kearah yang negatif yang dapat dikategorikan sebagai suatu kenakalan anak. Orang tua juga harus jeli memantau sejauh mana perilaku anak tersebut sehingga anak tidak terlambat dalam perkembangannya.

Diantara bentuk-bentuk kenakalan anak berfariatif, disini dikemukakan yang sering muncul atau kerap terjadi diantaranya yaitu; 1) Berbohong. Berbohong adalah upaya anak untuk untuk memperdaya orang lain. Anak yang masih di bawah umur melakukan perbuatan ini dengan tidak desadari dan biasanya melakukan dengan spontan. Untuk mengatasi kebohongan yang diperbuat anak, maka orang tua wajib menjelaskan kepada anak-anak arti sebuah kejujuran.

2) Mencuri. Di kalangan anak-anak banyak terjadi pencurian tetapi bukan karena tertarik pada barang yang dicuri, melainkan mengikuti kemauan hati saja. Orang tua mengatasi hal ini harus bijaksana mengahdapi yang diperbuat anak, misalnya menyuruh mengembalikan barang yang telah dicurinya, sampaikanlah secara bijaksana sehingga anak menyadari bahwa perbuatan mencuri itu hal yang yang sangat tidak terpuji. 3) Senang berkelehi dan bertengkar. Perkelahian sesama anak merupakan kejadian yang umum sifatnya. Permasalahan kecilpun bisa menyebabkan pertengkaran dan perkelahian antara mereka. Upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk menanggulangi kebiasaan anak seperti ini mengarahkannya pada kegiatan yang lebih positif yang bisa diterima anak. Dengan terlenanya anak dalam berbagai macam kegiatan maka mereka tidak memiliki lagi waktu atau kesempatan untuk bentrok sesama teman.

Dengan perlakuan orang tua semacam itu yang peduli terhadap perkembangan anak dan memberikan perhatian secara serius dengan penuh kesabaran dan keiklasan, anak akan merasa tentram dan aman. Barangkali apabila dikaji lebih jauh dan lebih cermat tidak hanya hal-hal tersebut di atas yang terjadi, untuk menghindari atau mencegah hal tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pendidik dan orang tua, yang setidaknya dapat menolong anak.

Pertama, peka akan kebutuhan anak. orang tua harus paham terhadap kebiasaan anak, baik mengenai sifat, kebiasaan, hoby maupun tingkah lakunya sehari-hari sehingga apabila terjadi perubahan, orang tua cepat tanggap, dan pada saat yang sama orang tua tidak memaksakan anak untuk mendengarkan kata-kata atau ucapanya. Kedua, beri nasehat sesuai dengan tingkat kemampuan anak. Orang tua harus mengetahui kemampuan anak dalam hal nasehat. Daya ingat anak tidaklah sama dengan orang tua. Untuk mengetahui batas kemampuan anak, berilah satu petunjuk sederhana saja.

Ketiga, pujilah anak jika telah mengikuti nasehat dengan baik, sudah menjadi kebiasaan setiap orang tua mempunyai harapan tertentu untuk setiap anaknya, akan lebih bijaksana apabila memberikan pujian terhadap setiap keputusan yang diambil anak, walau kadang bertentangan dengan maksud orang tua. Keempat, jangan menyerah jika anak menolak nasehat. Sering-sering mengevaluasi substansi nasehat dan cara memberi nasehat atau instrospeksi secara komprehensip bila nasehat tidak dikerjakan oleh anak.

Kelima, mau menjawab pertanyaan anak. Bila anak mau bertanya pada orang tua berarti percaya kepada orang tuanya. Kepercayaan inilah yang perlu dijaga, sebab bila orang tua menganggap sepele pertayaan anak, akan membawa anak pada sikap menutup diri. Akibatnya anak akan enggan membuka diri pada orang tua yang akhirnya dapat merusak hubungan orang tua dengan anak. Keenam, hargai perbedaan pendapat, orang tua tidak haraus selalu tahu dan serba bisa, ini harus disadari karena bagaimanapun juga orang tua adalah manusia yang punya kelebihan dan juga kekurangan. Bila terjadi selisih paham, hargailah pendapat anak, karena belum tentu pendapat anak itu salah atau sebaliknya.

Bila orang tua melanggar komitmenya sendiri, anak tidak akan lagi mengahargai orang tua sebagai orang yang seharusnya punya wibawa, begitu pula berbagai pendekatan yang dilakukan orang tua diharapkan sikap anak mengalami perubahan kearah positip, terutama melalui pendekatan religius yang merupakan kunci keberhasilan orang tua dalam mendewasakan anak-anaknya.

Sebagai kata kunci dari cara-cara tersebut di atas dapatlah ditarik kesimpulan, yaitu; (a) Anak diasuh/dibimbing dengan kasih sayang namun tegas. Tujuannya untuk membuat anak punya rasa tanggung jawab, membiasakan diri pada disiplin dan menuruti tata tertib dalam mengatur kegiatan tanpa harus diperlakukan dengan kasar secara pisik maupun psikis. (b) Memiliki hak untuk lahir, anak perlu mendapat kesan positif tentang keberadaanya. Anak tahu dan merasa bahwa kehadirannya diinginkan, bahwa ia dicintai dan dihargai dan oleh karenanya kebutuhannya diperhatikan serta pendapatnya didengar.

(c) Orang tua masa kini hendaknya menggalang hubungan yang lebih akrab dan seimbang dengan anak. Kecenderungan budaya lama yang menganggap bahwa orang tua serba tahu dan serba bisa hendaknya dikurangi, pendek kata bila ingin hubungan yang serasi tidak mungkin orang tua menentukan sesuatu secara sepihak. (d) Sejalan dengan pertumbuhan anak, peran orang tua juga bergeser. Bila awal kehidupan anak, orang tua adalah orang yang mengurus segalanya, fisik dan mental, ditahun-tahun kemudian anak membutuhkan orang tua secara lain yaitu sebagai pendidik, pembimbing, kemudian sebagai tempat curhat, penghibur, bahkan sebagai sahabat.

Efendi Widodo, S.Pd adalah KS SDN 2 Kalisat

Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo

Rujukan :

Mahfud, Muh ”Pengertian Bimbingan Dan Pentuluhan Di Sekolah Dasar” Tahun 1991

Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia ” Penjabaran Asta Citra Anak Indonesia”Tahun 1997

Haris, Abdul, ”Nasehatilah Anak Dengan Cara Efektif ” Tahun 2003

Akhiyat,  ”Menyikapi Kenakalan Anak” Tahun 2004

Waluyo, Bambang, ”Bagaimana Orang Tua Didengarkan Anak” Tahun 2004

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: