|
Silahkan Baca
Artikel, Kreatifitas Guru

Menggugah Motivasi Menulis Deskripsi Siswa Melalui Permainan Edukatif Puzzle

  • Oleh: Anik Mustikareni*
  • Terbit: Volume-6, Nop.2012

 

Anak ibarat tanaman yang baru bersemi, tumbuh dan masih begitu segar. Sudah seharusnya tugas kita sebagai seorang guru adalah menyirami, memupuk, dan merawat mereka agar menjadi tanaman yang memiliki kualitas unggul. Sebab jika kita lengah sedikit saja, akan berakibat begitu fatal. Sebagai seorang siswa, anak sudah memiliki hak untuk mendapat pengajaran yang baik di sekolah, mereka bukanlah suatu objek pasif tapi siswa harus bisa kita ciptakan aktif. Keaktifan anak dalam menghadapi proses pembelajaran sangatlah bergantung pada antusias dan motivasi anak dalam mata pelajaran yang akan dihadapinya. Tak jarang dalam mata pelajaran tertentu mereka merasa jenuh dan bosan. Seperti halnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek keterampilan menulis.

“Menulis merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.”(Suparno, 2002:13).  Dalam hal ini pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. Dalam pembelajaran menulis, bentuk karangan yang dapat disajikan dan dilatihkan adalah bentuk wacana narasi, eksposisi, argumentasi, dan deskripsi. Salah satu karangan yang relatif mudah diajarkan di sekolah dasar adalah karangan deskripsi. Kata deskripsi berasal dari bahasa latin describere yang berarti menggambarkan atau memeriksa suatu hal. Dari segi istilah, deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pendapat lain mengatakan bahwa deskripsi adalah “pemamaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.” (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, 2005: 136)

Meskipun menulis deskripsi adalah salah satu bentuk karangan yang relatif mudah, namun dalam prakteknya tidak semudah seperti pernyataan tersebut. Masih banyak anak yang merasa kesulitan. Dengan anggapan gampang, tidak lantas hal ini menjadi hal yang sepele. Sebab berhasil dan tidaknya sebuah pembelajaran ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor guru, siswa, metode, dan media yang digunakan serta pemberian motivasi terhadap siswa.

Dalam kegiatan menulis deskripsi anak sering merasa bosan jika disajikan hanya dengan begitu-begitu saja, guru lebih aktif dan anak sebagai pendengar setia. Diperlukan inovasi-inovasi baru yang dapat menggugah semangat dan motivasi siswa. Apalagi bagi anak usia kelas rendah di tingkat sekolah dasar. Pada usia-usia ini bermain masih menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka, sehingga tidak jarang kalau mereka beranggapan pelajaran sering membosankan. Mereka mengesampingkan belajar dan mengutamakan bermain di kelas atau bisa disebut bermain sambil belajar. Bagamaina tugas kita mengubah kenyataannya itu menjadi sebuah inovasi pembelajaran yang dikemas dalam belajar sambil bermain.

“Dunia anak adalah dunia bermain”. Kegiatan bermain identik dengan dunia anak, dengan bermain anak beraktivitas dan bersosialisasi dengan lingkungan.  Bermain dapat menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Mainan lebih dari sekedar bersenang-senang, karena mainan dapat digunakan untuk mempengaruhi perkembangan anak dalam proses belajarnya. Dalam prakteknya, banyak cara untuk melakukan kegiatan permainan tersebut. Ada yang menggunakan alat atau media, ada juga yang tidak. Dalam dunia anak-anak terdapat berbagai jenis permainan, salah satu jenis permainan yang bermanfaat bagi anak dan bersifat edukatif adalah puzzle.

Menurut Adenan dalam Arinil Janah dinyatakan bahwa “puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat.” (www.mmtc.ac.id: diakses tanggal 12 September 2011).. Sedangkan menurut Tarigan dalam Muh. Syukron menyatakan bahwa “pada umumnya para siswa menyukai permainan dan mereka dapat memahami dan melatih cara penggunaan kata-kata, puzzle, crosswords puzzle, anagram dan palindron.” (http://syukronsahara. blogspot.com:  diakses tanggal 1 Januari 2012).

Puzzle dalam bahasa inggris diartikan sebagai permainan dalam bentuk teka-teki. Teka-teki tersebut dikemas dalam model yang paling sederhana hingga yang paling rumit. Puzzle pada dasarnya merupakan bentuk permainan yang bertujuan untuk memecahkan teka-teki. Dalam perkembangannya kini puzzle digunakan pula dalam membantu pembelajaran siswa. Puzzle sebagai media atau sarana pembelajaran yang membantu kemampuan siswa memecahkan persoalan mulai dari tingkat yang paling sederhana hingga tingkat yang paling kompleks.

Suatu puzzle merupakan suatu masalah atau misteri yang dipecahkan dengan kepandaian dan kreativitas. Solusi untuk puzzle mungkin membutuhkan pola yang sudah ada dan menciptakan aturan khusus. Puzzle berdasarkan pada proses penyelidikan dan penemuan untuk menyelesaikannya, yang mungkin dapat dipecahkan lebih cepat oleh mereka yang mempunyai kemampuan deduktif yang bagus.

Berdasarkan pengertian tentang media puzzle, maka dapat disimpulkan bahwa media puzzle merupakan alat permainan edukatif yang dapat digunakan untuk merangsang motivasi menulis deskripsi siswa. Siswa dapat belajar tentang warna-warna dan bentuk yang ada.  Pengetahuan yang diperoleh dari cara ini biasanya lebih mengesankan bagi anak di samping dengan pengetahuan yang dihafalkan. Anak juga dapat belajar konsep dasar, binatang, alam sekitar, jenis buah, alphabet dan lain-lain. Misalnya puzzle dari gambar binatang yang dipotong secara zig-zag menjadi beberapa potongan. Kemudian potongan-potongan puzzle tersebut di susun acak, anak disuruh menyusun puzzle tersebut menjadi gambar yang benar. Selanjutnya dari gambar tersebut anak bisa mendeskripsikan ciri-ciri gambar dalam bahasa tulis.

Selain itu permainan puzzle juga dapat kita kemas dengan inovasi lain, misalnya kita dapat mengajak siswa bermain kompetisi yaitu kompetisi menyelesaikan puzzle  menjadi sebuah gambar. Dengan adanya kompetisi siswa akan lebih tertantang motivasinya, jika motivasi sudah ada siswa akan lebih mudah untuk belajar. Setelah puzzle- puzzle selesai disusun kemudian mereka mendeskripsikan ciri-ciri gambar dalam bahasa tulis.

Langkah awal dalam menciptakan suatu pembelajaran yang menarik, adalah dengan adanya apersepsi yang membuat siswa lebih tertantang. Sebuah tantangan dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam menghadapi pelajaran yang akan dilaksanakan. Anak tidak jauh dengan kegiatan bermain, sehingga sebuah ajakan belajar sambil bermain tentu memiliki nilai tersendiri bagi mereka. Sebab kegiatan bermain secara langsung melibatkan anak secara penuh, anak menjadi lebih aktif dan tidak jenuh dalam belajar.

Puzzle adalah sebuah teka-teki yang menawarkan sebuah tantangan. Puzzle sangatlah cocok jika dipilih sebagai salah satu media belajar bagi siswa. Seperti halnya dalam kegitan menulis deskripsi. Kegiatan menulis yang terbayang dalam benak siswa sebagai kegiatan yang begitu membosankan, dengan adanya puzzle akan berubah menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan bagi siswa. Anda percaya? Coba anda buktikan! (Bapak dan Ibu Guru).

Penulis adalah GTT SDN 1 Totokan Kec. Mlarak Ponorogo

DAFTAR PUSTAKA

  • Arinil Janah. 2010. Permainan Puzzle untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Binatang dan Tumbuhan Siswa Kelas 2 SD, (online), (www.mmtc.ac.id. diakses 12 September 2011
  • Budiono. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Agung.
  • Muh. Syukron. 2011. Upaya penggunaan media games puzzle untuk meningkatkan pemahaman siswa, (online), (http://syukronsahara.blogspot.com/2011/05/penggunaan-media-games-puzzle.html  diakses  1 Januari 2012.
  • Suparno, Muhammad Yunus. 2008. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

One thought on “Menggugah Motivasi Menulis Deskripsi Siswa Melalui Permainan Edukatif Puzzle

  1. Setuju, Pak. Puzzle: mengasah sekaligus menghibur.🙂

    Posted by ibotkeli | 23 April 2014, 18:20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: