|
Silahkan Baca
Artikel, Teknik Pembelajaran

Mengatasi Kejenuhan Siswa dalam Proses Belajar Mengajar dengan Pembelajaran yang Aktif Kreatif dan Inovatif serta Menyenangkan

  • Oleh: MUH.SYUKUR
  • Terbit: Volume-6, Nop.2012

Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berusaha tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (KBBI, 1996:14)

Pembelajaran adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang menyebabkan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan, kecakapan, bertambah, berkembang daya pikir, sikap dan lain-lain (Soetomo, 1993:120)

Pasal 1 Undang –undang No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional menyebutkan bahwa  pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Jadi pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan siswa belajar pada suatu lingkungan belajar untuk melakukan kegiatan pada siatuasi tertentu.

Pendidikan merupakan hal yang pokok bagi setiap orang baik bagi anak-anak sampai orang dewasa, karena jika tak ada pendidikan sulit bangsa ini akan maju dan berkembang kearah yang lebih baik.

Demikian juga pendidikan bagi anak usia SD/MI bagi seorang guru harus  pandai-pandai dalam menyampaikan materi pelajaran dan mampu menemukan methode  yang tepat dalam proses belajar dan mengajar  supaya siswa dapat memperoleh   hasil yang  memuaskan sepeti yang diharapkan.

Dalam proses belajar dan mengajar dikelas  siswa  MI MA’ARIF DUNGUS KARANGPATIHAN  Pulung Siswa-Siswi  kelas III  pada tahun ajaran 2011-2012 ketika sedang melaksanakan proses belajar dikelas  diantara siswa ada yang  mengobrol bersama teman-temanya , bermain dengan teman-temannya, dan kadang juga ada yang bertengkar dengan teman-temannya,hal ini merupakan suatu kewajaran bagi siswa kelas rendah karena umumnya siswa  usia kelas SD/MI khususnya kelas 3 karena umumnya siswa di usia ini senang bermain,bercanda selain itu siswa di usia ini ada yang bertengkar dan berkelahi dengan teman-temannya  mungkin ini disebabkan  karena  rasa egonya masih tinggi.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut guru harus mampu menemukan methode  yang  tepat  dalam proses pembelajaran  serta mengolah situasi tersebut menjadi situasi yang kondusif supaya  siswa dapat bermain sambil belajar . langkah-langkah untuk mengadakan pembelajaran tersebut  antara lain yaitu  sebelum dimulai pembelajaran inti mula-mula  diantara metode serta usaha yang kami lakukan adalah sebagai berikut : 1) supaya siswa senang dan tidak mudah jenuh dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru, sebelum dimulai pelajaran terlebih dahulu siswa menyanyi/ bertepuk tangan bersama-sama, seperti menyanyi balonku, bintang kecil, sepohan kayu dan sebagainya, atau ditanya kabarnya terlebih dahulu, misalnya: bagaimana kabarnya pagi ini anak-anak? Siswa dianjurkan menjawab dengan antusias dan semangat,jawaban yang semangat dan antusias misalnya: Alhamdulillah luar biasa Allahu Akbar. kemudian jika telah selesai guru selanjutnya appersepsi yaitu menyampaikan atau menanyakan pelajaran yang telah dipelajari pada hari yang telah lalu kepada siswa supaya siswa dapat mengingat pelajaran yang telah berlalu, kemudian dikaitan dengan materi yang akan dipelajari.   2) setelah selesai appersepsi guru menyampaikan materi yang dipelajari dengan menggunakan berbagai methode diantara methode tersebut antara lain adalah methode ceramah, methode tanya jawab, jigsaw dan lain-lain.  Methode tanya jawab yang kami lakukan adalah dengan petanyaan yang  ditulis atau dibuat oleh guru atau pertanyaan yang dibuat oleh siswa sendiri. petanyaan yang  ditulis atau dibuat oleh guru terdiri dari pertanyaan dengan cara menjodohkan,dan pertanyaan dengan jawaban singkat, Pertanyaan dengan cara menjodohkan ditulis disebelah kanan sedang jawaban di tulis sebelah kiri dengan kode huruf abjad a,b,c,d dan seterusnya. Sedangkan pertanyaan dengan jawaban singkat siswa langsung bisa menjawabnya maju satu persatu di depan papan tulis atau menulis di bukunya masing-masing,sedang siswa yang lain mengoreksi jawaban temannya kemudian guru mengklarifikasi. Sedangkan pertanyaan yang dibuat oleh siswa, sebelum membuat pertanyaan mula-mula guru memerintahkan siswa untuk membaca terlebih dahulu materi kemudian siswa membuat  pertanyaan pada sebuah kertas  baik secara individu atau kelompok ,setelah selesai membuat pertanyaan, pertanyaan tersebut ditukar dengan temannya  siswa yang mendapat pertanyaan kemudian menjawab,jika telah  selesai menjawab pertanyaan kemudian dikembalikan kepada siswa yang membuat pertanyaan lalu siswa menilai jawaban teman-temannya tersebut. Setelah selesai Guru mengklarifikasi jawaban siswa. Diantara pertanyaan yang diminati siswa adalah pertanyaan dengan menjodohkan jawaban.

3)  Selain membuat pertanyaan ,untuk  mengatasi  siswa yang ramai, bermain-main dengan teman-temannya , serta berkelahi di dalam kelas adalah Guru  memerintahkan siswa untuk belajar dengan  berdiskusi  dengan teman sekelasnya supaya diantara mereka terjalin kerjasama serta dapat bertukar pendapat serta belajar menghargai temannya didalam menyampaikan pendapat serta memecahkan masalah. caranya adalah Guru memerintahkan siswa berkumpul  menjadi beberapa kelompok dengan cara berhitung atau langsung mencari kelompok sendiri,guru memberi materi yang berbeda kepada setiap kelompok, jika  dari kelas III (tiga) tersebut terdiri dari 12 anak maka siswa tersebut dibagi menjadi 4 kelompok maka tiap-tiap kelompok terdiri dari 3 anak, misalnya pada pelajaran IPA  pada pokok bahasan kebutuhan makhluk hidup ,kelompok 1 diberi tugas membaca tentang jenis-jenis makanan makhluk hidup, kelompok 2 :alat-alat pernafasan pada makhluk hidup ,  Kelompok 3: cara bergerak makhluk hidup, kelompok 4:  pengelompokan makhluk hidup berdasarkan tempat hidupnya. Kemudian jika setiap anggota kelompok telah selesai membaca dilanjutkan untuk membuat 5-10 soal beserta jawabannya, jika telah selasai setiap kelompok membuat pertanyaan tersebut maka pertanyaan tersebut diberikan kepada kelompok lain, misalnya kelompok 1 memberikan  pertanyaannya kepada kelompok 2, sedang kelompok 2 memberikan pertanyaannya kepada kelompok 3, kemudian kelompok 4 memberikan pertanyaannya kepada kelompok 1,dengan cara dibacakan atau langsung diberikan berupa tulisan. Jika kelompok yang diberi pertanyaan tidak bisa menjawab maka pertanyaan tersebut bisa dilempar kepada kelompok lain. Demikian dilakukan seterusnya sampai selesai.

Supaya tujuan pembelajaran dapat  tercapai sesuai dengan yang diharapkan guru harus menggunakan berbagai macam strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran adalah rencana atau kebijakan yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.  Strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran itu ( Lukman Zain, pembelajaran fiqh, Dep.ag  RI,2009) hal.12.  Sedang  strategi  pembelajaran yang digunakan oleh guru supaya siswa  tidak mudah jenuh dan bosan bahkan siswa merasa senang dalam proses pembelajaran didalam atau diluar kelas adalah: a) strategi pembelajaran interaktif b) strategi pembelajaran langsung, c) strategi pembelajaran tidak langsung, d) dan strategi belajar mandiri.

Strategi pembelajaran interaktif  merupakan strategi  yang  cocok dan disukai   siswa  di kelas III karena dengan strategi ini  siswa dapat belajar  berinteraksi dengan teman-temannya  dengan cara  diskusi dan menyampaikan pendapat dan pikirannya  serta bekerja sama  dalam menyelesaikan suatu masalah . dalam pembelajaran diskusi ini siswa  dapat belajar  bersama-sama  sambil bernyanyi  dengan senang dan gembira . sedang  dalam  strategi  pembelajaran  langsung,  metode  yang digunakan adalah metode ceramah atau Tanya jawab  pada awal pembelajaran, metode  ceramah atau Tanya jawab  dapat  juga diletakkan ditengah atau diakhir pembelajaran berlangsung, tergantung situasi yang cocok.

Dalam buku pembelajaran fiqih ( Lukman Zain, Depag RI,2009),Hal.62 dijelaskan bahawa  Metode ceramah adalah metode penyampaian materi ajar yang dilakukan guru secara verbal ( lisan ) di dalam kelas.  Kegunaan metode ini adalah : 1) menyampaikan informasi agar siswa mengetahui sesuatu, 2) menerangkan sesuatu, 3) menjelaskan dua hal yang berhubungan , 4) member motifasi kepada siswa untuk melakukan sesuatu, 5) menyampaikan pendapat pribadi bila diperlukan.

Metode ceramah adalah metode paling tua, paling mudah, paling sering digunakan, namun tidak berarti  paling efektif dalam pembelajaran . metode ini sama baiknya dengan metode lain, hanya tidak lebih baik dari yang lain. Untuk menggunakan metode ceramah dengan baik  anda harus menghindari beberapa kelemahan meode ini. Menurut strategi pembelajaran aktif  kelemahan metode ceramah antara lain: a) membosankan, b) siswa tidak ikut aktif dalam pembelajaran, c) informasi berlangsung satu arah, d) umpan balik relative rendah, e) ada kesan menggurui  dan melelahkan, f) kurang melekat pada ingatan siswa, g) kurang terkendali, baik waktu maupun materi, h) monoton, i) tidak mengembangkan kreatifitas siswa , j) siswa hanya menjadi objek didik, k) tidak merangsang  siswa untuk membaca. Bila menggunakan metode ceramah hendaknya dihindari beberapa kelemahan diatas.

Selain metode ceramah, supaya siswa tidak monoton dan merasa jenuh guru menggunakan metode demontrasi, misalnya pada pelajaran IPA pada materi proses  terjadinya hujan melalui penguapan guru mendemontrasikan dengan alat yang  sederhana yaitu : panci yang diisi air kemudian dipanaskan dengan kompor, kompor  yang memanaskan api diibaratkan matahari, sedang air dalam dalam panci ibaratnya air dari sungai,laut, danau dan lain-lain.uapnya akhirnya naik keatas lalu uap tersebut didinginkan dengan es diatasnya maka uap tersebut akan menjadi titik-titik air yang jatuh, titik air inilah yang  menjadi air hujan.demikian dilakukan oleh guru yang disaksikan para siswa maka siswa akan cepat faham dan merasa senang.

Strategi pembelajaran tidak langsung juga diperlukan untuk menerangkan,menjelaskan pengertian,manfaat, tujuan dan  lainnya. Dengan  pembelajaran tidak langsung  mempermudah  anak untuk  menghafal dan menjelaskan pengertian-pengertian  yang mencakup aspek kognitif. Pembelajaran ini bersifat teoritis.

Selain menggunakan pembelajaran langsung dan tidak langsung , strategi yang digunakan adalah belajar mandiri dengan bimbingan , arahan dan pengawasan guru. Belajar dengan strategi ini mempercepat siswa  lebih cepat dan mudah untuk memahami  karena siswa menganalisa , mengalami, menyimpulkan ,serta dapat menjawab pertanyaan sendiri  dengan arahan serta bimbingan guru. Sebelum melaksanakan proses belajar  mandiri  guru harus menyusun  konsep terlebih dahulu format  pembelajarannya seperti  bagaimana cara belajar siswa ,lembar kerja siswa, foto folio,surat-surat ,

dan lain-lainnya. Strategi belajar mandiri membuat siswa menjadi senang  dan tidak membosankan  dalam  pembelajaran ini siswa diajak langsung meneliti  di luar kelas, misalnya pada pelajaran  IPA siswa di ajak keluar kelas untuk  meneliti  bentuk-bentuk daun pada tumbuhan, kemudian siswa diperintahkan untuk menggolongkan tumbuhan yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Umpamanya  tumbuhan yang bentuk daunnya menjari  terdiri dari tumbuhan apa saja, tumbuhan yang bentuk daunnya melengkung  terdiri dari tumbuhan apa saja, dan seterusnya.

Pada pelajaran bahasa dan IPS siswa diajak meneliti tempat-tempat umum seperti pasar,swalayan,terminal dan sebagainya. Dengan bimbingan dan arahan guru siswa secara berkelompok  atau sendiri-sendiri langsung praktek jual beli di pasar atau swalayan sambil membawa buku tugas atau lembar kegiatan siswa  yang telah disusun  oleh guru , dengan belajar mandiri dan langsung ini siswa menjadi senang.  Setelah selesai diharapkan siswa dapat melaporkan hasil kunjungannya tersebut atau mengisi lembar  kerja siswa, demikian semoga yang sedikit dan ringkas ini bisa memberi manfaat, terimakasih.

PULUNG, 08  SEPTEMBER 2012

DI SUSUN OLEH :  MUH.SYUKUR ( GURU KELAS III  MI MA’ARIF DUNGUS KARANGPATIHAN PULUNG) HP: (081325330371)

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: