|
Silahkan Baca
Artikel, Media Pembelajaran

Media Pembelajaran Komik Sains untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

  • Pengembang: NURHAYATI
  • Terbit: Volume-6, Nop.2012

Nurhayati Mengajar merupakan usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru agar siswa mau belajar, sehingga dengan belajar siswa melakukan proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman.

Pengalaman itu dapat berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang diperoleh melalui aktivitas sendiri pada situasi yang sebenarnya. Contohnya, agar siswa belajar bagaimana mengoperasikan mikroskop, maka guru menyediakan mikroskop untuk digunakan oleh siswa, agar siswa memiliki ketrampilan mengoperasikan komputer, maka secara langsung guru membimbing siswa menggunakan komputer, pengalaman langsung melihat dan mempelajari obyek atau bahan yang dipelajari, contohnya pengalaman langsung melihat petani menebarkan bibit padi di sawah, melihat proses pembuatan tahu, pembuatan kompos dari sampah organik, atau pengalaman langsung melihat bagaimana nakhoda menjalankan mesin kapal, dan lain sebagainya.

Pengalaman langsung semacam itu tentu saja merupakan proses belajar yang sangat bermanfaat, sebab dengan mengalami secara langsung kemungkinan kesalahan persepsi akan dapat dihindari.

Namun demikian, pada kenyataannya tidak semua bahan pelajaran dapat disajikan secara langsung. Untuk mempelajari bagaimana kehidupan makhluk hidup di hutan, tidak mungkin guru membimbing siswa untuk datang di hutan beberapa hari mengamati kehidupan di hutan, atau menyelam di laut untuk melihat makhluk hidup di laut dan interaksi dengan lingkungannya.

Untuk memberikan pengalaman belajar semacam itu guru memerlukan alat bantu, alat atau media pembelajaran yang digunakan oleh penulis adalah berupa “ KOMIK SAINS ” pada materi “ SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM ”.

Komik sains ternyata cukup ampuh bagi siswa untuk merangsang berpikir aktif dan kritis, pengalaman ini diperoleh penulis ketika menjadi subyek dan obyek penelitian mahasiswa UNY dalam rangka untuk menyusun tesis pada program pasca sarjana/ S 2 Prodi Biologi .

Penelitian pada siswa kelas VII F semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 menunjukkan bahwa, peranan media pembelajaran “ Komik Sains “ dari penilaian observasi/kinerja adalah lebih dari 80 % dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk lebih berpikir kritis dan logis , bekerja sama dan aktif dalam kelompok diskusi, berani mengemukakan ide, memudahkan pemahaman dan penguasaan konsep IPA Biologi sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa serta memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.

Hasil belajar yang diperoleh siswa dengan menggunakan media Komik Sains rata-rata nilainya adalah 89 ( nilai pos test ) , sedangkan nilai pre test adalah rata-rata 64. Pengalaman dari tiga siswa ( seorang laki-laki dan dua perempuan )  mengatakan bahwa, dengan media komik sains materi pembelajaran lebih mudah dipahami, lebih jelas menangkap informasi, dapat berkomunikasi dengan mudah, lebih berani mengemukan pendapat/ide, berpikir kritis dan logis, serta dapat meningkatkan hasil belajar.

Menurut Edgar Dale , dalam Wina Sanjaya 2008 : 165  untuk memahami peranan media dalam proses mendapatkan pengalaman belajar bagi siswa dilukiskan dalam kerucut pengalaman ( cone of experience ) yang saat ini banyak digunakan secara luas untuk menentukan alat bantu atau media apa yang sesuai agar siswa memperoleh pengalaman belajar secara mudah.

Kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale menggambarkan bahwa pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati dan mendengarkan melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa. Semakin konkret siswa mempelajari bahan pengajaran, misalnya melalui pengalaman langsung, maka semakin banyaklah pengalaman yang diperolehnya. Sebaliknya, semakin abstrak siswa memperoleh pengalaman, contohnya hanya mengandalkan bahasa verbal, maka semakin sedikit pengalaman yang diperoleh siswa.

Pengalaman siswa menurut Edgar Dale dalam kerucut pengalaman adalah dari konkret ke abstrak bila dilalui hasil aktivitas siswa sendiri/pengalaman langsung, pengalaman tiruan, melalui drama, demonstrasi, wisata, pameran, melalui televisi, melalui gambar hidup dan film,melalui radio, tape recorder, dan gambar, melalui lambang-lambang visual seperti grafik, gambar, dan bagan, serta melalui lambang verbal yang sifatnya lebih abstrak, sebab siswa memperoleh pengalaman hanya melalui bahasa baik lisan maupn tulisan.

Dari kerucut pengalaman Edgar Dale dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dapat diperoleh secara langsung dan tidak langsung. Obyek yang semakin langsung dipelajari, maka semakin konkret pengetahuan yang diperoleh, semakin tidak langsung pengetahuan itu diperoleh semakin abstrak pengetahuan siswa. Siswa akan lebih konkret melalui pengalaman langsung, melalui benda-benda tiruan,drama, demonstrasi, wisata serta melalui pameran, karena memungkinkan siswa berhubungan langsung dengan obyek yang dipelajari, sedangkan siswa akan lebih abstrak  memperoleh pengetahuan melalui alat perantara seperti televisi, gambar hidup/film, radio atau tape recorder, lambang visual, lambang verbal.

Maka kedudukan media pengajaran dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi yang sangat penting. Sebab, tidak semua pengalaman belajar dapat diperoleh secara langsung, sehingga media dapat digunakan agar lebih memberikan pengetahuan yang konkret dan tepat serta mudah dipelajari.

Media Komik Sains jika dikaitkan dengan kerucut pengalaman belajar menempati kedudukan semi konkret abstrak, sebab siswa memperoleh pengalaman belajar melalui lambang verbal dengan dialog yang terdapat pada komik sains dengan komunikasi yang luwes, sederhana serta pelaku dalam komik yang menggambarkan interaksi antara guru dengan siswa, antara siswa dengan siswa dalam  suasana yang menyenangkan.

Materi saling ketergantungan dalam ekosistem yang meliputi : komponen ekosistem, satuan-satuan ekosistem, hubungan antar komponen ekosistem, keanekaragaman makhluk hidup dan upaya pelestariannya, pengaruh kepadatan populasi terhadap lingkungan, serta pengelolaan lingkungan digambarkan dalam komik dengan bahasa yang mudah dipahami siswa, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam proses berpikir kritis dan logis , memberi motivasi siswa untuk lebih berani bartanya dan mengemukakan pendapat/idenya.

Pengalaman belajar siswa melalui komik sains menjadi lebih konkret sebab dalam interaksi antara guru dan siswa terdapat tugas siswa untuk mengamati secara langsung ekosistem yang ada di sekitar siswa. Kemudian siswa diminta menyelesaikan tugas sesuai dengan kondisi ekosistem di lingkungan rumah masing-masing siswa. Tugas yang telah dibuat oleh siswa adalah menyusun rantai makanan di sawah, di hutan, ladang, sungai atau dengan mengamati lingkungan sekitar siswa ,memberikan pendapatnya mengenai lingkungan yang tercemar, lebih peduli kepada tumbuhan dan hewan di sekitarnya,serta  lebih peduli kebersihan lingkungan.

Dengan demikian peranan dan fungsi media pembelajaran adalah : 1) menangkap suatu obyek atau peristiwa-peristiwa penting, misalnya merekam melalui video ulat yang rakus memakan daun 2) memanipulasi keadaan, peristiwa, atau obyek tertentu, misalnya untuk menjelaskan proses pernapasan dapat dijelaskan melalui video, menggunakan mikroskop untuk mengamati bakteri, untuk memanipulasi keadaan, misalnya gerakan pertumbuhan tanaman 3) menambah gairah dan motivasi bealajar siswa, penggunaan media pembelajaran dapat menambah motivasi dan minat belajar siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran lebih meningkat, misalnya sebelum menjelaskan materi lingkungan yang tercemar, maka dapat diputarkan video terlebih dahulu mengenai limbah industri atau limbah rumah tangga atau tentang kotoran dari limbah peternakan sapi/ayam.

Pemanfaatan media pembelajaran memiliki nilai praktis antara lain: a) membantu siswa untuk mengatasi pengalamannya yang terbatas b) membantu siswa yang menglami kesulitan belajar 3) dapat memungkinkan siswa berinteraksi dengan lingkungannya 4) dapat memotivasi belajar siswa lebih baik 5)  menanamkan konsep dasar yang benar, tepat dan nyata 6) memberikan pengalaman yang menyeluruh dari yang konkret sampai yang abstrak 7) keseragaman dalam pengamatan 8) dapat menumbuhkan minat baru  dan dapat menjadi kontrol kecepatan belajar siswa 9) memudahkan guru dalam mengontrol keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran ( diskusi ) 10) memudahkan guru dalam memetakan tingkat kemampuan siswa.

Media pembelajaran memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran, sejalan dengan meningkatnya teknologi informasi, pemanfaatan media pembelajaran  diperlukan untuk membantu siswa dalam pemahaman dan penguasaan konsep yang sulit diapahami secara abstrak. Oleh sebab itu untuk membantu siswa lebih mudah memahami dan menguasai konsep IPA,  penggunaan media pembelajaran dapat memberikan pengalaman yang lebih konkret dan memberi makna pada materi yang tidak dapat dilalui dengan pengalaman langsung. Dalam proses pembelajaran maka diperlukan perencanaan dan waktu yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga melalui media pembelajaran hal yang bersifat abstrak bisa lebih menjadi konkret dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta  mendorong siswa lebih berpikir kritis dan logis.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional
Sumarwan dkk 2004. Sain Biologi Untuk SMP Kelas VII. Jakarta : Penerbit Erlangga
Sanjaya,Wina 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Penerbit Kencana.

Pengembang: SMP Negeri 6 Ponorogo

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: