|
Silahkan Baca
Artikel, Bimbingan Konseling

Upaya Konselor Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa

  • Oleh : M. Maksum *)
  • Terbit pada: Volume 6,Nop.2012

Keberhasilan belajar siswa menjadi dambaan banyak  pihak, yaitu :  siswa, orangtua, guru, sekolah, masyarakat, bahkan negara. Namun, untuk mencapai prestasi belajar   yang bagus, tidak semudah membalik tangan, diperlukan sebuah proses. Kesulitan belajar yang dialami siswa selama proses belajar berlangsung,  adalah realitas yang tidak bisa dihindari. Blasius Bolli Lasan (2012;33)   menyebut sebagai learning Difficult , suatu gejala hambatan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Salah satu diantara kesulitan belajar siswa yaitu pada aspek ”kemandirian belajar”.

Apa yang dimaksud kemandirian belajar ? Dalam konteks individu tentu memiliki aspek yang lebih luas dari sekedar aspek fisik. Menurut Sumahamijaya  (2003), Kemandirian berasal dari kata mandiri dan diartikan sebagai suatu hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung kepada orang lain.  Adapun Indikator kemandirian belajar menurut Kana Hidayati dan Endang Listyani, (2012)   yaitu : 1) tidak tergantung pada orang lain, 2) percaya diri, (3)  disiplin, 4) bertanggung jawab, 5) berinisiatif sendiri, dan 6) kontrol diri.  Pendapat lain menambahkan (2012 )  1) mau berbuat sendiri, 2) ingin berprestasi tinggi, 3) rasional dalam memberikan penilaian, mengambil keputusan,  memecahkan masalah, dan  menginginkan rasa bebas, 4) selalu mempunyai gagasan baru.

Berdasarkan hasil pengamatan penulis di sekolah  ditemukan gejala-gejala ketidak mandirian belajar pada siswa antara lain ;  1) jika pergantian jam pelajaran, banyak siswa kurang  mempersiapkan bahan-bahan bidang study yang sesuai jadual, justru  jalan-jalan keluar kelas, 2)  tugas rumah ( PR)  yang diberikan oleh guru  dikerjakan  siswa dengan cara mencontoh pekerjaan teman, bahkan dikelas disaat guru yang bersangkutan akan mulai mengajar, 3) pada saat ulangan / ujian kelihatan cemas, cenderung minta jawaban  dari teman lain baik langsung maupun memakai HP,  seakan mereka tidak percaya pada kemampuan diri mereka sendiri, 4) dari hasil layanan konsultasi diperoleh data siswa  mempunyai masalah yaitu:  mengeluh tidak percaya diri, malas belajar, kurang motivasi, merasa berat mengerjakan tugas-tugas guru, tidak mampu membagi waktu belajar,  dan  tidak mempunyai ketrampilan belajar.

Gejala – gejala yang mengindikasikan siswa tidak mandiri dalam belajar selayaknya mendapatkan penanganan sejak dini, mengingat “ kemandirian “ menjadi pilar penting bagi pembentukan karakter seorang siswa.  Pieget  (2005) , menjelaskan bahwa tujuan jangka panjang pendidikan adalah mengembangkan kemandirian belajar siswa. Kemdiknas Badan Litbang Puskur  ( 2010 ) menegaskan bahwa dalam pembelajaran  seyogjanya diterapkan pendekatan yang mendorong  peserta didik agar belajar sesungguhnya belajar dan perlunya pelatihan bagi guru untuk mempraktikkan pendekatan belajar aktif.

Mencermati kondisi munculnya gejala tersebut diatas, maka konselor tidak tinggal diam. Triyono ( 2008 ; 21 ) memandang penting  untuk menfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangan yang menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial dan moral spiritual . Sebagai profesioanal di sekolah, konselor berperan penting dalam pendampingan seluruh peserta didik mencapai kemandirian sesuai dengan standar kompetensi kemandirian peserta didik  (SKKPD) di seluruh jenjang pendidikan formal. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh konselor adalah:

Pertama, melakukan identifikasi siswa yang belum mandiri dalam bidang belajar. Caranya mengembangkan alat pengumpul  data berupa angket. Pengembangan angket, disusun berdasarkan indikator kemandirian belajar, masing-masing indikator dikembangkan menjadi sub indikator. Langkah selanjutnya menyusun pedoman kisi-kisi, dan penyusunan instrument angket kemandirian belajar . Alternatif jawabannya menggunakan empat gradasi  yaitu Selalu (SL), Sering (SR), Jarang (JR), Tidak Pernah ( TP) dengan bobot nilai SL=4, SR=3, KD=2 dan TP=1. Untuk pertanyaan favorable ( item pertanyaan yang mendukung obyek yang ingin diukur) bergerak dari 4,3,2,1 dan bila unfavorable dari kelompok 1,2,3,4. Sebelum angket digunakan , maka perlu diuji cobakan kepada siswa.  Hasil uji coba diuji validitas dan reliabelitasnya. (Arikunto, 2010 ; 213). Butir-butir soal angket yang tidak valid  dan tidak reliabel dihilangkan.

Kedua, Pengambilan data siswa. Angket yang telah diuji validitas dan reliabelitasnya , dapat digunakan sesuai kebutuhan dan hasil isian angket siswa dianalisis untuk menentukan  siswa yang belum mandiri dalam belajar.

Ketiga, Melaksanakan treatment bagi siswa yang belum mandiri dalam belajar. Strategi yang dapat digunakan adalah, bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, bibliokonseling, kolaborasi dengan guru bidang study, dan melakukan penelitian tindakan bimbingan konseling. Penggunaan masing-masing strategi mempertimbangkan kesesuaian materi, metode, instrumen, jumlah siswa, efesiensi dan efektifitas.

Bimbingan klasikal dilaksanakan untuk siswa  yang berjumlah diatas sepuluh . Sebagai strategi pelayanan dasar, bimbingan klasikal mempunyai keunggulan dalam hal efisiensi waktu . Pengelolaan yang baik dari layanan klasikal menjadi kunci strategis bagi terwujudnya kemandirian belajar siswa. Metode yang dipakai yaitu ceramah, diskusi, curah pendapat, tanya jawab, penugasan.  Materi kegiatan bersifat umum berkaitan dengan kemandirian belajar yaitu pentingnya belajar, manfaat belajar, gaya belajar, cara belajar efektif dan efisien. Instrumen yang digunakan RPPBK dan media BK. Di akhir kegiatan dilakukan evaluasi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang untuk mengetahui keberhasilan layanan.

Bimbingan kelompok dilaksanakan bagi siswa yang belum mandiri dalam belajar. Strategi bimbingan kelompok digunakan untuk melayani peserta didik antara 5 sampai 10 orang. Adapun tahapan bimbingan kelompok menurut  Ella FZ ( 2012:7) yaitu  orientasi, transisi, inti, dan penutup. Instrumen yang dibutuhkan yaitu RPPBK dan Media BK. Materi layanan bimbingan kelompok yang berkaitan dengan kemandirian belajar yaitu, belajar aktif, ketrampilan belajar.  Lebih ditekankan pada upaya peningkatan keterampilan membaca, ketrampilan meringkas materi pelajaran, ketrampilan menyusun tujuan belajar, menyusun kegiatan belajar, meningkatkan gaya belajar, ketrampilan kamunikasi interpersonal untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Secara operasional, bimbingan kelompok berupa perlakuan atau tindakan yang memanfaatkan dinamika kelompok berupa diskusi, tanya jawab, pembahasan isi materi, dan leaflate kemandirian belajar. Diskusi akan dilakukan di akhir tindakan yang di dalamnya berisi kata-kata mutiara dan penayangan CD yang berfungsi memotivasi siswa untuk dapat mandiri dalam belajar. Untuk mengetahui efek treatment bimbingan kelompok, sebelum dan di akhir kegiatan, siswa diminta mengisi angket yang berfungsi sebagai pre test dan post test.

Konseling individu dilaksanakan untuk menuntaskan masalah psikologis kemandirian belajar siswa, misalnya mengatasi kecemasan dan atau ketakutan menghadapi ujian, meningkatkan kepercayaan diri, membentuk mental mengelola diri (self managemen), meningkatkan kesehatan mental. (mental hygene) . Pendekatan yang dipakai  bisa person centeted, behavioral/kognitif behavioral,  atau konseling model postmodern semisal Solution Fokus Brief Therapy (SFBT). Instrumen yang digunakan  adalah satlan konseling individu. Prosedur pelaksanaan sesuai dengan model konseling  yang dipilih dan  penerapan  ketrampilan kemunikasi konseling yang relevan. Diakhir konseling dilakukan evaluasi dan tindak lanjut dengan melibatkan partisipasi konseli.

Bibliokonseling dilaksanakan untuk memfasiltasi siswa agar mereka secara aktif dapat mencari, menemukan solusi atas permasalahan kemandirian belajar yang dihadapi. Caranya, siswa datang ke ruang konseling dengan memilih buku-buku bacaan yang relevan dengan masalah kemandiran belajar . Didalam ruangan tersebut siswa dapat membaca buku  dan konselor mendampingi untuk memberikan penjelasan apabila siwa membutuhkan bantuan. Dapat pula buku yang dipilih dibawa pulang      untuk dipelajari dalam waktu tertentu, dan jika siswa membutuhkan bantuan,  konselor dapat  memberikan penjelasan secukupnya. Buku-buku yang relevan dengan kemandirian belajar siswa antara lain, prosedur desensitisasi sistematis untuk mengurangi ketakutan yang tidak rasional, melatih kemunikasi interpersonal, cara belajar efektif efisien, meningkatkan kepercayaan diri, kiat mengatasi gangguan belajar, prestasi dibawah kemampuan sebenarnya. gaya belajar, dan membentuk karakter mandiri. Instumen yang dibutuhkan adalah satlan bibliokonseling, Metode yang digunakan berupa penugasan, assistensi dan diskusi.  Di akhir kegiatan dilakukan evaluasi  dengan melibatkan konseli dan perumusan tindak lanjut.

Kolaborasi dengan guru mata pelajaran, dilaksanakan setelah diketahui jenis ketidak mandirian yang terkait dengan nilai bidang study tertentu. Hal ini dilakukan atas adanya kesukarelaan, kesepakatan antara siswa, guru, dan konselor. Kerjasama ini diwujudkan berdasarkan tupoksi masing-masing guru. Konselor dapat  berperan penting pada aspek-aspek psikologis masalah kemandirian belajar dan guru berperan sesuai dengan bidang study yang diampu. Instrumen yang dipakai yaitu satuan layanan (satlan) layanan responsip. Metode yang dipakai berupa , konsultasi, diskusi, penugasan, curah pendapat. Evaluasi dilakukan di akhir kegiatan dengan melibatkan partisipasi siswa guru dan konselor.

Penelitin tindakan bimbingan dan konseling ( PTBK) dilaksanakan untuk mengetahui secara ilmiah dampak sebuah tindakan metode tertentu terhadap kemandirian belajar siswa. Permasalahan-permasalahan yang muncul dari penggunaan strategi bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, bibliokonseling, dan kolaborasi konselor  dengan guru bidang study pada masalah kemandirian belajar siswa dapat ditindak lanjuti dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitan yang dilakukan akan memberikan manfaat penting bagi, konselor, guru bidang study, sekolah dan siswa dalam kaitannya dengan penanganan kemandirian belajar siswa.

Upaya – upaya tersebut dapat dilakukan oleh konselor dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi tempat konselor bekerja. Dukungan semua pihak dan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan dalam meningkatkan kemandiran belajar siswa menjadi faktor lain bagi keberhasilan layanan yang diberikan. Meningkatnya kemandirian belajar siswa dapat mendorong terwujudnya  , kemauan, inisiatif, kreatifitas, kepercayaan diri, disiplin, dan tanggung jawab, pada diri siswa  untuk belajar atas kemauannya sendiri. Kesadaran belajar yang dimiliki siswa diharapkan dapat  meningkat seperti  meningkatnya  semangat guru menerima tunjangan profesi. Semoga !.

*) Penulis adalah Guru BK SMP N 1 Siman  dan ketua MGBK SMP/MTs Kab. Ponorogo

KAJIAN PUSTAKA

Arikunto Suharsimi,  Metodologi Penelitian, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2010

Lasan Boli Blasius, Widada, , Bimbingan Belajar, Deppennas UM Malang Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 15, Malang , 2012.

Triyono, Bimbingan Konseling , Deppennas UM Malang Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 15, Malang , 2008.

Zein Faridati Ella, Widada, Bimbingan Kelompok, Deppennas UM Malang Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 15, Malang , 2012.

Kemdiknas Badan Litbang Puskur , Panduan Pendekatan Belajar Aktif, Jakarta, 2010

Kana Hidayati Endang Listyani,  penyusunan dan pengembangan instrumen kemandirian belajar mahasiswa dalam http://jan.ucc.nau.edu/~mezza/nur390/Mod4/reliability/lesson.html. yang diakses tanggal 13 Juli 2012

……………..,teori tentang pengertian dan indikator kemandirian belajar , dalam http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2193115-pengertian-kemandirian-belajar) diakses 23 Juli 2012.

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: