|
Silahkan Baca
Tilik UPTD

UPTD Pendidikan dan PGRI Sooko, Suka Berprestasi

guru sooko

Para Guru SDN 1 Ngadirojo dengan Kepala sekolah (tengah)

UPTD Pendidikan Kecamatan Sooko hanya terdiri dari enam desa dengan 22 SD yang terdapat di dalamnya. Selain itu, di kecamatan Sooko ada sebuah SMA Negeri, dua buah SMP Negeri, 1 MTs dan 14 lembaga TK. Dari 22 SD diasuh oleh 136 guru. Dari sekian itu 48 diantaranya sudah tersertifikasi sebagai guru professional. Suatu sumber daya yang cukup potensial untuk mengembangkan diri mengingat jumlah itu relatif mencukupi dari kebutuhan yang ada. Mungkin hanya pemerataannya yang masih perlu ditata ulang agar semua tercukupi dengan baik, mengingat masih ada SD kecil yaitu SD Ngadirojo 4 yang terletak di dukuh Buyut hanya memiliki seorang dua orang guru tetap dan seorang Kepala Sekolah. Namun secara umum kebutuhan guru di Sooko relatif sudah cukup.

Dari segi sarana gedung menurut Sularno pengawas TK/SD yang ditemui Dinamika di ruang kerjanya kantor UPTD Pendidikan sudah cukup representatif bahkan tidak ada gedung yang kondisinya jelek. Hal ini tidak lepas dari alokasi DAK swakelola yang dikembangkan oleh beberapa SD  yang mestinya hanya untuk dua lokal namun rata-rata bisa dikembangkan menjadi empat lokal.  Bahkan menurut pengawas kelahiran Bogoharjo Lorok ini ada sebuah SD yaitu SDN 1 Klepu yang yang mampu mengembangkan DAK menjadi enam kelas. Ini semua bukti bahwa dana DAK yang pelaksanaannya dengan sistem swakelola ternyata berdampak sangat baik bagi kemajuan pendidikian kususnya dibidang penyediaan sarana dan prasarana, dan para guru sangat amanah dalam melaksanakannya, ujarnya bangga kepada Dinamika.

Dengan kondisi demikian UPTD Pendidikan Kec. Sooko akan terus mengembangkan diri demi kemajuan Pendidikan di kawasan paling timur Ponorogo yang berbatasan dengan kecamatan Bendungan Trenggalek ini. Beberapa kegiatan terus digalakkan di UPTD Sooko seperti KKG, beberapa pelatihan seperti pelatihan PTK untuk guru SD yang sudah dua kali dilaksanakan. Bahkan menurut  pengawas yang sejak umur 34 sudah diangkat menjadi Kepala Sekolah di wilayah Sooko ini, pengembangan karakter terus dikembangkan di Kecamatan Sooko mulai dari ketika pagi hari semua SD di Sooko wajib mengucapkan salam dan berjabat tangan serta wajib menyanyikan lagu wajib nasional dan pembacaan Pancasila guna memupuk kecintaan kepada tanah air. Juga beberapa kegiatan keagamaan terus dilaksanakan dan ditindak lanjuti dengan beberapa lomba keagamaan yang diselengggarakan oleh PGAI Sooko bekerja sama dengan UPTD Pendidikan Sooko.

Demikian juga semangat dan dedikasi pengabdian para guru di kecamatan Sooko tidak perlu diragukan. Disadari oleh Sularno bahwa pengembangan dan pengasahan kemampuan guru dalam rangka peningkatan profesionalisasi guru perlu terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan Pendidikan saat ini. Dan UPTD Pendidikan Kecamatan Sooko sangat peduli dengan pengembangan profesi ini. Bahkan kalau dilihat dari naskah yang masuk ke Dinamika Guru, UPTD Sooko termasuk UPTD yang cukup produktif dalam mengirim Naskah ke Dinamika Guru. Intinya UPTD yang dipimpin oleh Drs. H. Kabul Saichoni, S.Pd. ini tidak mau kalau dianggap kalah dengan UPTD lain dalam hal pengembangan pendidikan.

 

SDN 1 Ngadirojo unggul dalam prestasi

Salah satu SD yang cukup berkembang pesat dibidang akademis di UPTD Sooko adalah SDN 1 Ngadirojo, dimana beberapa tahun terakhir selalu menyabet NUN tertinggi untuk kecamatan Sooko bahkan juga meraih lima besar untuk tingkat kabupaten Ponorogo. Dengan hasil NUN rata-rata 9,1 untuk hasil NUN tahun 2011 lalu jelas bukan prestasi yang bisa diremehkan. Prestasi ini tentunya sesuai dengan visi sekolah yang “Unggul dalam prestasi, iman dan taqwa serta berbudi luhur”.

Prestasi ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari kerja keras para guru yang dikomandani oleh sang Kepala Sekolah Suwaji, M.Pd. Untuk mebangun itu semua munurut Suwaji yang asli Sooko, memang semata-mata kerja keras para guru, ujarnya merendah. Tiap pagi pelajaran dimulai jam tujuh tepat, namun satu jam pelajaran sebelumnya sudah ada “sarapan pagi” berupa pendalaman materi dari materi yang sudah diajarkan hari sebelumnya. Juga tiap hari ada les tambahan sehingga siswa pulang hingga jam tiga sore, terutama kelas VI semester terakhir menjelang UNAS. Maka tidak heran dengan kerja keras  tingginya semangat mengabdi para guru tersebut prestasi UNAS terbaik selau diraihnya setiap tahun.

Demikian juga dalam rangka membangun karakter peserta didik, ada pelajaran Diniyah, berjabat tangan, membacakan Pancasila dan salam serta menyanyikan lagu wajib nasional tidak lupa dilaksanakan setiap hari.  Bahkan untuk kegiatan Pondok Romadhan sering mengadakan kegiatan bekerja sama dengan Pondok Modern Gontor dalam rangka melatih peserta didik dalam peningkatan kemampuan keagamaan dan peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan Tang Maha Esa. Dilihat dari piala yang berjejer diruang Kepala Sekolah menunjukkan prestasi lain yang juga cukup banyak mulai dari juara bidang kepramukaan se-kecamatan Sooko, juara sepak Takraw, juara Futsal serta juara dalam lomba di bidang keagamaan, juara kasti tingkat kecamatan, juara lomba Mapel dan segudang prestasi yang lain. Gurunya pun tidak kalah karena pernah salah seorang guru menjadi guru prestasi tingkat kecamatan, juara Koor Guru dalam rangka hari Dharma Wanita Persatuan dan prestasi-prestasi lain yang jumlahnya seambreg.

Kalau dilihat dari sarana dan prasana penunjang SDN 1 Ngadirojo ini memang terlihat cukup bagus. Ada ruang perpustakaan, laboraturium komputer, mushola, halaman yang lebar dan bersih dan sarana penunjuang lainnya, dengan kondisi sekolah yang cukup asri di tengah lembah  di pinggir kali desa Ngadirojo yang damai dan sejuk. Juga patut dibanggakan 3 ruang kelas adalah hasil swadaya sekolah dari menabung hasil kebun yang berupa kelapa, mangga dan cengkeh yang dikumpulkan oleh para guru dari tahun ke tahun dan ditambah sumbangan sukarela dari Komite Sekolah. Walaupun kondisi masyarakat sekitarnya masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan namun dorongan, peran serta dan dukungan dalam dunia Pendidikan sangat baik sekali. Tidak jarang orang tua mengirim bontrot anaknya yang les di sore hari, serta mereka juga sangat peduli dan perhatian dengan perkembangan pendidikan putra-putrinya.

SD yang bersebelahan dengan SMPN 2 Sooko ini mempunyai peserta didik 121 siswa. Dari jumlah guru juga sudah relatif cukup dengan 8 guru PNS  yang terdiri dari 6 guru kelas 1 guru olah raga dan 1 guru agama serta 1 Kepala Sekolah. Selain itu masih dibantu 4 GTT dan 2 PTT. Dengan kondisi yang demikian, apalagi semua gurunya sudah berpendidikan S-1, SDN 1 Ngadirojo bertekat terus mengembangkan diri dalam memacu kemajuan pendidikan yang menjadi tugasnya.  Dan ini bukan omong kosong, kalau dilihat dari proses pembelajaran yang berlangsung saat Dinamika datang, menunjukkan semangat itu terus membara di pundak semua guru. Juga tampak keakraban dan kehangatannya ketika Dinamika Guru datang dengan suguhan kopi hangat dan pisang gorengnya. Untuk itu, menurut Suwaji, kekompakan guru dalam bekerja merupakan kunci keberhasilan dalam membangun Pendidikan di SDN 1 Ngadirojo ini. Selain itu nasib guru harus selalu diperhatikan nasibnya, sehingga guru akan menjadi tenteram serta bersemangat dalam mengajarnya. Semangat ikhlas mengabdi dan beramal lewat dunia Pendidikan terus ditanamkan Suwaji dalam membangun pendidikan di SD yang diembannya.

PGRI Cabang Sooko, Euforia HUT

Ketika PGRI merayakan ulang tahunnya yang ke 66, maka PGRI Cabang Sooko termasuk PGRI yang paling meriah dalam merayakan ulang tahun kali ini. Beberapa kegiatan dan perlombaan digelar untuk meramaikan hajatan ini. Menurut Slamet Suyono, S.Pd. Ketua PGRI cabang Sooko yang didampingi Seketarisnya Marsudi, S.Pd, M.Pd di Kantor UPTD Pendidikan Sooko kepada Dinamika Guru beberapa waktu yang lalu, kegiatan ini memang merupakan program kerja PGRI Sooko hasil muscab yang tahun lalu. Selain itu kegiatan ini juga sebagai wadah apresiasi para insan pendidikan termasuk para peserta didik di Kecamatan Sooko dan sudah dimusyawarahkan dengan semua pendidik (anggota PGRI) di kecamatan Sooko.

Kegiatan ini memang sangat banyak. Mulai tingkat TK ada kegiatan lomba menghapal Pancasila beserta lambang-lambangnya. Hal ini menurut Slamet Suyono, tokoh kelahiran Sudimoro Pacitan yang dikenal dengan keramahannya ini, lomba ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan pada tanah air sedini mungkin di kalangan peserta didik khususnya TK. Bagi siswa SD, untuk memupuk wawasan kebangsaan juga diadakan lomba menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu wajib nasional yang dilaksanakan tanggal 14 Nopember di SDN 1 Sooko. Sementara itu untuk kelas IV sd VISD diadakan lomba cerdas cermat mata pelajaran yang diadakan tanggal 16 Nopember yang bertujuan mengasah kemampuan akademisnya.

Untuk tingkat SMP juga diadakan lomba berupa lomba sepak bola mini yang dilangsungkan di lapangan Kecamatan Sooko. Tak mau kalah untuk eksebisi juga dipertandingkan Tim SMA Sooko dengan GuruSD se Kec. Sooko pada saat pembukaan dan penutupan. Untuk Guru juga banyak sekali lomba yang diadakan mulai dari lomba penulisan artikel untuk guru yang bekerjasama dengan majalah Dinamika. “Ini merupakan lomba rintisan yang baru ada di PGRI Cabang Sooko bahkan satu-satunya cabang yang mengadakan lomba penulisan artikel”, ujar Marsudi Sekretaris PGRI Sooko dengan bangga.

Di bidang olah raga untuk kalangan guru, ada lomba bola Volly guru antar Gugus untuk SD dan SMP/SMA yang dilangsungkan di SDN 1 Suru. Menurut Mulyono S.Pd, Ketua panitia Lomba Volly ini bertujuan mencari bibit unggul dikalangan guru muda dalam rangka mengikuti perlombaan padaa iven yang lain tentunya selain membiasakan para guru beroleh ragaagar sehat dan semangat mengajarnya tinggi. Hasilnya menurut pantauan Dinamika yang sempat menyaksikan pertandingan, memang luar biasa antusiasnya para peserta dan penonton yang hadir. Rupanya olah raga bola volley masih menjadi olah raga vavorit di kalangan masyarakat kita, sehingga pertandingan yang berlangsung sangat seru.

Selain lomba diatas masih ada kegiatan yang melibatkan seluruh komponen Pendidikan mulai siswa, guru, kepala Sekolah, pengawas dan masyarat umum berupa jalan sehat dengan memperebutkan puluhan hadiah. Jalan sehat ini dilaksanakan  pada tanggal 22 Nopember 2011 dengan mengambil start dan finish di lapangan kecamatan Sooko. Sebagai puncak kegiatan juga diadakan upacara di lapangan kecamatan Sooko dengan melibatkan seluruh PNS di kecamatan Sooko.

Semua kegiatan ini menurut Slamet Suyono merupakan swadaya anggota dan beberapa bantuan dari sponsor yang tidak mengikat. Anggota PGRI pun dengan sukarela turut serta dalam kegiatan ini termasuk pembiayaannyaa yang sangat tidak memberatkan anggota. Hal ini dibenarkan oleh  Pengawas TK/SD Sularno yang turut menemui Dinamika dikantor UPTD. Memang luar biasa semangat para guru di kecamatan Sooko dalam memperingati hari ulang tahun para Guru, penuh dengan kekompakan. Selamat berulang tahun. Semoga sukses selalu untukmu Guru. (Gopras & Sitoh)

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: