|
Silahkan Baca
Artikel, Seni Budaya

Seni Rupa Tidak Penting Diajarkan?

Oleh: SUJARMO

Seni ada sejak manusia ada

DSC01097Art is a old as mankind yang berarti  seni berumur setua manusia. SENI, adalah manifestasi keindahan manusia yang diungkapkan melalui penciptaan suatu karya. Seni lahir bersama dengan kelahiran manusia. Keduanya erat berhubungan dan tidak bisa dipisahkan. Jika pada masa silam seni bersifat magis, sakral dan religius, kini peranan seni telah merasuk ke dalam berbagai segi kehidupan manusia. Lukisan pada dinding-dinding gua pada masa prasejarah cukup memberi bukti peranan seni pada masa itu. Sementara itu keindahan desain otomotif, gedung-gedung tinggi, perabotan rumah tangga bahkan software komputer menjadi tampak indah membuktikan betapa vitalnya peranan seni untuk kepentingan tersebut.

Sejak zaman pra sejarah manusia sudah mengenal kesenian mendahului lain-lain bentuk kebudayaan. Kesenian sebagai lapisan hidup yang khusus menampakkan diri lebih dahulu. Hal ini kelihatan pada lukisan, topeng dan patung-patung primitif, dongeng-dongeng yang tak tertulis dalam lingkungan suku bangsa yang hidupnya masih sederhana dan sebagainya. Banyak suku bangsa yang belum mengenal tulisan dan ilmu pengetahuannya masih berada di tingkat primitif,  namun sudah sanggup menghasilkan karya-karya seni yang bernilai tinggi.

Seni Pada Anak

gambarSecara alamiah anak sudah memiliki seni. Bahkan ketika mereka belum mengenal huruf atau angka, anak-anak sudah bisa mengembangkan imajinasinya melalui gambar. Anak berumur 1 tahun sudah mulai mencoret-coret apa saja. Ia mulai mempelajari dan menyerap segala yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Kupu-kupu, sapi, kambing, gunung, sungai bahkan robot diimajinasikan sebagai sesuatu yang seringkali berbeda dengan persepsi orang dewasa.

Menurut teori Nancy Beal dan Gloria Bley Miller (2003 : 1) Seni merupakan lakon, menolong anak-anak untuk memahami dunia mereka. Tetapi seni melebihi lakon membuat mereka mengekspresikan pengalaman-pengalaman dan fantasifantasi individu dengan cara-cara konkret dan mendesak. Seni mengundang mereka untuk menyentuh dan melakukan eksperimen, mengeksplorasi dan mentransformasi.

Seni rupa dapat membuat mereka mampu mengekspresikan pengalaman-pengalaman individu bahkan ketika mereka tidak mampu mengungkapkan berbagai peristiwa lewat kata-kata. Untuk menyampaikan suatu gagasan mereka menggambar atau membuat model tanah liat. Bahan-bahan seni rupa yang fleksibel menawarkan kesempatan yang tidak terbatas pada anak-anak untuk mengekspresikan dirinya. Mereka bebas untuk memilih, melakukannya dengan cara sendiri, untuk mengembangkan pilihan-pilihan mereka.

Anak-anak mulai merasa percaya terhadap diri sendiri, berkreasi dan berimajinasi. Mereka belajar menghargai karya mereka sendiri dan karya orang lain.

 

Pelajaran Seni Budaya di Sekolah

gambar2Mengutip Standar Isi mata pelajaran Seni Budaya pada KTSP mengungkapkan bahwa Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan diberikan di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni.” Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.

Pendidikan Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multicultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.

Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logic matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.

Seni Rupa Wajib Diajarkan

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Meminjam istilah yang dipakai oleh Eliot Eisner maka tujuan pendidikan seni rupa dapat digolongkan menjadi dua bagian besar, yaitu : (1) tujuan yang esensial istik sifatnya, ialah tujuan yang merupakan pemanfaatan langsung pendidikan seni rupa sebagai sarana untuk pemberian pengalaman visual yang hampir tidak mungkin diberikan melalui matapelajaran lain, dan (2) tujuan yang kontekstualistik sifatnya, yakni pemanfaatan pendidikan seni rupa sebagai instrumen untuk mencapai sesuatu yang ada diluarnya. Maka dalam hubungannya dengan tujuan yang kontekstualistik itulah dapat kita daftar sederet manfaat pendidikan seni rupa, yang antara lain adalah :

1. Seni rupa dipakai untuk tujuan yang fisioligis sifatnya

Pada Pendidikan Anak Usia Dini, anak diajarkan corat-coret (menggambar) dan menempel. Dalam hal ini seni rupa dipakai untuk latihan gerakan-gerakan otot dan untuk pengembangan kemampuan koordinasi anak.

2. Seni rupa sebagai terapi Seni rupa dimanfaatkan sebagai alat untuk menguras segala macam emosi yang tidak tersalur melalui medium ekspresi yang lain, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Anak-anak yang introvert biasanya banyak tertolong dengan kegiatan dalam pelajaran menggambar.

3. Seni rupa sebagai sarana penyalur hobby (avokasional)

Waktu senggang merupakan sesuatu yang membosankan. Hobby merupakan sarana pengisian waktu senggang yang baik dan positif sekali, seni rupa memberikan apa yang dicari itu.

4. Seni rupa sebagai persiapan profesi (vokasional)

Banyak profesi favorit pada masa ini berlatar belakang seni rupa. Ilustrator, pelukis, pematung, fotografer, designer, dekorator, animator, art director adalah sebagian dari profesi yang bisa ditempuh melalui jalur seni rupa.

5. Seni rupa sebagai medium untuk pengembangan kreativitas

Pendapat umum memandang bahwa seni rupa merupakan sarana yang paling tepat untuk mengembangan kreativitas, yaitu kemampuan untuk mencipta sesuatu yang baru.

6. Seni rupa membantu matapelajaran lain

Penjelasan proses metamorfosis dan proses pencernakan makanan di dalam tubuh, akan sulit diterima jika tidak ada gambar ilustrasi yang menyertai. Materi Matematika yang dipresentasikan melalui sebuah aplikasi komputer, akan terlihat kurang nyaman jika pembuatannya tidak didasarkan pada prinsip seni rupa

7. Seni rupa menunjang pembentukan pribadi.

Melalui menggambar Ornamentik atau menggambar mistar anak menjadi lebih tekun, sabar dan teliti. Dengan banyak menggambar dari alam seni maka mereka akan terbiasa jujur dan terbuka.

8. Pendidikan Seni rupa diambil nilai fungsional/praktisnya.

Kesadaran akan nilai keindahan setiap produk yang mampu meningkatkan penjualan, pendidikan seni rupa menjadi sangat penting untuk mencetak tenaga-tenaga desain yang handal. Bayangkan sendainya sebuah mobil, baju, perabotan rumah tangga dll., dibuat tanpa pertimbangan desain yang matang.

9. Pendidikan Seni rupa sebagai sarana penuangan tradisi

Menggambar batik atau justru mendisain motif batik, menggambar wayang, menggambar ornamen-oernamen tradisional, mengarahkan anak untuk mencintai benda-benda tradisi yang sering dilupakan.

Dari contoh-contoh di atas dapatlah dibayangkan betapa banyaknya kemampuan pendidikan Seni rupa untuk membantu perkembangan anak menuju kedewasaannya. Sehingga aneh jika sebagai pendidik menyebut bahwa pelajaran kesenian (seni budaya) dianggap tidak penting. Kemudian efek dari anggapan tersebut  jam pelajaran kesenian dikurangi atau bahkan meniadakannya. Apalagi semenjak adanya Ujian Nasional yang tidak pernah melibatkan kesenian sebagai bagian yang harus diujikan. Semoga dengan tulisan ini tidak ada lagi dikotomi pelajaran penting dan pelajaran tidak penting.

Penulis adalah Guru Seni Budaya SMP 1 Nawangan, Pacitan

Daftar Pustaka

Sudarso Sp, Peranan Pendidikan Seni Rupa, Majalah Joglo, 1993

Wikipedia, Seni rupa, http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa

Purwantoro Agus, Peranan Seni Dalam Kehidupan Manusia, http://www.smk4-padang.sch.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=6&artid=46

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: