|
Silahkan Baca
Artikel, Teknik Pembelajaran

Penerapan Musik Dalam Pembelajaran Sebagai Sebuah Inovasi Pendidikan

Oleh : Alminiati*

Musik adalah sesuatu yang mengasyikkan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa pada umumnya. Mayoritas masyarakat dan keluarga di Indonesia, mendengarkan musik belum menjadi sebuah kebiasaan. Anggapan mereka bahwa yang menggemari musik itu hanya terbatas kalangan tertentu tertentu saja. Bahkan ada sebagian pendapat yang menganggap bahwa hanya orang dewasa saja yang dapat menikmati music. Tak pernah terpikirkan oleh keluarga dan juga sekolah bahwa beberapa music akan sangat bermanfaat untuk didengarkan oleh mahasiswa, anak-anak, bahkan sejak masih dalam kandungan ibu.

Pandangan seperti ini terdapat juga di negara lain, tetapi akhir-akhir ini mulai bergeser dan berubah terutama sejak ditemukan fenomena yang dikenal dengan istilah Mozart Effect oleh seorang pakar pendidikan dan musik Don Campbell dalam Toni Setiabudhi (2003). Oleh karena itu terbukalah wawasan baru yang sangat luas. Namun masyarakat harus selektif dalam memilih dan memilah jenis musik yang sesuai dalam rangka ingin mencerdaskan otak melalui musik.

Peran Musik dalam Kehidupan Manusia

Pada zaman dahulu manusia telah mengakui peran musik dalam mempengaruhi berbagai segi kehidupan. Bangsa Mesir misalnya sejak tahun 2600 SM telah membuat catatan di papyrus tentang nyanyian yang dipergunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti rematik, luka bekas gigitan ular berbisa, dan bahkan kemandulan.

Dalam kebudayaan Yunani dikenal dengan kebiasaan mendengar musik seruling untuk menghilangkan gejala nyeri perut, nyeri syaraf dan nyeri sendi. Tidak hanya musik dari Eropa yang mempengaruhi kehidupan manusia, akan tetapi beberapa gubahan musik yang berasal dari Cina, India, Timur Tengah, Argentina, Afrika yang diwearnai dengan serangkaian bunyi gendering, nyanyian, tarian, dan teriakan dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Bahkan pengauruh gamelan Jawa pun dapat ditemukan pada beberapa gubahan komponis Perancis Claude Debussy yang terkenal seperti “Clair de Lune “ (Sinar rembulan) dan “Afternoon of a Fawn”.

Baru pada abad ke- 19 dilakukan penelitian secara sistematik tentang pengaruh music terhadap kehidupan manusia, dan hasilnya sebagai berikut; a. Musik Gregorian dapat dipergunakan untuk menciptakan ketenangan. b. Musik Baron ciptaan Johann Sebastian Bach, Georg Friedrich Handel, Antonio Vivaldi, Corelli menimbulkan perasaan tenag, stabil, keteraturan yang sangat diperlukan saat kita belajar atau bekerja. c. Musik Klasik ciptaan Franz Joseph Haydn dan Wolfgang Amadeus Mozart dapat meningkatkan daya konsentrasi, memori dan persepsi ruang. Musik ini pun sangat cocok untuk dipergunakan pengiring belajar dan bekerja. d. Lagu-lagu rohani menimbulkan perasaan damai dan mengurangi rasa sakit. e. Lagu dangdut menimbulkan motivasi dan semangat kegembiraan serta keceriaan.

Don Cambell dalam Toni Setiabudhi (2003: 50) mengemukakan bahwa terdapat suatu fenomena di mana suara, lagu, irama secra fisik, mental, emosional dan spiritual dapat menguatkan pikiran menjadikan orang  kreatif. Selanjutnya Hal. A. Lingerman dalam Setiabudhi (2003: 50)menyatakan bahwa musik tertentu mempunyai daya penyembuhan serta berpengaruh secara positif terhadap perkembangan otak janin, sehingga kelak tumbuh menjadi anak yang kreatif.

Musik  yang pernah diteliti pengaruhnya terhadap kehidupan manusia adalah jenis musik klasik, sedangkan untuk jenis musik  lain seperti musik tradisional, rock, dan musik modern lainnya belum ada penelitian secara mendalam.

Dengan musik pembelajaran semakin asyik

Menurut Makmun (2006: 139-140) bahwa proses belajar mengajar kepada anak sangat membutuhkan suasana yang menyenangkan, nyaman bahkan mengasyikkan. Karena suasana dan lingkungan yang nyaman dan aman adalah lingkungan  yang menciptakan suasana di mana murid tidak takut, lingkungan yang membuat anak betah, asyik, dan nyaman. Sehingga mereka dapat menerima pelajaran dengan baik, tidak membosankan malahan dengan rasa senang itu bisa meningkatkan konsentrasi sehingga mudah menerima pelajaran.

Dengan  memperdengarkan musik itulah cara yang tepat sebagai sebuah inovasi dalam pembelajaran.Ketika anak di kelas diperdengarkan musik-musik klasik, mozart  dan musik-musik yang menggugah semangat belajar anak. tanpa terasa karena keasyikan mereka tidak terasa kalau belajarnya telah lama sekali. Di samping itu musik menimbulkan suasana hati menjadi tenang. Dan dengan ketenangan hati, juga konsentrasi sehingga akan dapat dengan mudah anak menerima pelajaran dari guru.

Pada prinsipnya semakin banyak dan beragamnya rangsangan yang diterima anak dari sekitarnya, termasuk musik diperdengarkan di seluruh kelas akan merangsang  kemampuan otak untuk berfungsi secara cerdas. Pembelajaran akan menjadi asyik ketika suasana hati bahagia dan senang.

Musik dan Proses Pembelajaran

Mengenalkan dan memasukkan musik ke dalam kurikulum sejak dini tidak hanya akan meningkatkan apresiasi siswa terhadap musik, tetapi juga dapat meningkatkan kecerdasan musiknya. Keuntungan lain adalah membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang matematika, membaca dan sains.

Sheppard (2007:130), dalam Musik Makes Your Child Smarter menyatakan bahwa siswa menjadi lebih pandai hanya dengan mendengarkan musik. Dengan mendengarkan musik dapat menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan, sangat membuat nyaman, atau memberikan stimulasi, dan merupakan cara yang baik untuk mengekspos siswa pada pengaruh musik semaksimal mungkin.

Gunawan (2006:258), menyatakan bahwa keuntungan penggunaan musik dalam proses pembelajaran adalah; 1) Membuat murid rileks dan mengurangi stres (stres sangat menghambat proses pembelajaran). 2) Mengurangi masalah disiplin. 3) Merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir. 4) Membantu kreativitas dengan membawa otak pada gelombang tertentu. 5) Merangsang minat baca, ketrampilan motorik dan perbendaharaan kata. 6) Sangat efektif untuk proses pembelajaran yang melibatkan pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar.

Menurut Gunawan (2006:261), bahwa untuk bisa tercipta suasana yang mendukung proses pembelajaran, otak kita perlu mendapat rangsangan yang sesuai,  sehingga otak dapat dengan mudah menyerap dan mengerti informasi dan mengembangkan ketrampilan berpikir. Saat berada dalam emosi positif, maka akan merasa damai, nyaman, rileks sehingga kemampuan penyerapan otak meningkat, pengalihan  informasi yang baru dipelajari  dapat berlangsung dengan baik.  Musik dapat membantu otak untuk beroperasi secara seimbang, baik secara intelektual maupun imajinatif.

Walaupun musik bisa sangat membantu proses pembelajaran, namun bukanlah hal yang paling penting. Manfaat musik sebenarnya sangat bergantung pada cara kita menggunakannya, kapan, apa jenis musiknya, atau dengan kata lain menyesuaikan dengan suasana, situasi dan kondisi pembelajaran siswa.

Kecuali musik beraliran keras (baik syair maupun rytme), jenis musik apapun potensial untuk membuat otak rileks. Kita bisa memilih musik jenis apapun yang familier dengan siswa. Walaupun musik klasik diteliti dapat meningkatkan IQ namun bukan satu-satunya.

Musik instrumentalia dengan alunan  lambat (bukan mendayu-dayu) dapat merupakan kriteria untuk memilih musik yang cocok. Permainan seksofon, flute, organ, gitar, secara tunggal, maupun orchestra dapat melancarkan aliran darah pada bagian tertentu otak dan hubungan sinaptik. Musik-musik dengan ritme lambat dan syair yang menenangkan dapat menjadi makanan bagi otak emosional dan otak spiritual. Musik-musik klasik seperti : Mozart, Bethoven, dan  Vivaldi sangat tepat untuk meningkatkan otak rasional dan otak emosional.

Menurut Wilson dalam Pasiak (2009:369),  menyatakan bahwa ciri-ciri musik yang dapat melahirkan kesenangan, kesedihan dan rangsangan adalah : Frekuensi musik tinggi dan kuat serta tempo dan volume cepat akan melahirkan rasa senang (enjoy), sebaliknya musik yang frekuansi rendah, tempo pelan dan lembut akan melahirkan kesedihan (sadnes). Sedangkan ciri musik yang bervariasi, kuat, tempo dan volume bervariasi akan melahirkan rangsangan.

Musik sangat besar pengaruhnya dalam upaya mencerdaskan anak, dengan demikian diharapkan  guru dan juga orang tua bisa memanfaatkan  musik dengan cara memperdengarkan secara lembut pada saat anak belajar. Karena dengan musik akan menumbuhkan kemampuan otak sehingga anak menjadi cerdas. Di samping itu musik memberikan kenyamanan, rasa aman, tenang, sehingga belajar akan bisa menajadi konsen dan asyik.

Penulis adalah Kepala MIN Bangunrejo dan Pengurus PGRI Cabang Khusus Kemenag Ponorogo

 

Daftar Pustaka

Campbell, Don. 2001. “Efek Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas, dan Menyehatkan Tubuh”. Penerjemah T. Hermaya, Cetakan I Januari, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Gunawan, Adi W. “Genius Learning Strategy”, 2006, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Karl Albrecht, Daya Pikir Metode Peningkatan Potensi Berpikir, Dahara Prize, Semarang, 2004

Makmun Mubayidh, Kecerdasan dan Kesehatan Emosional Anak, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, 2006.

Pasiak, Taufiq, Dr. 2009, “Unlimited Potency of Brain. Kenali dan Manfaatkan Sepenuhnya Potensi Otak Anda yang Tak Terbatas”, Mizan Pustaka, Jakarta.

Tony Setyabudhi , Hardywinoto, Anak Unggul Berotak Prima, PT.SUN, Jakarta, 2003.

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: