|
Silahkan Baca
Artikel, Psikologi

DAHSYATNYA KECERDASAN EMOSI

Oleh: Sukatno, M M.Pd*

Ketika Tim Pendiri sebuah Sekolah di Pacitan sedang berdiskusi merancang model pendidikan alternative sebagai kelanjutan Sekolah Dasar, maka penulis memberikan masukan agar model sekolah nanti jangan hanya menekankan Kecerdasan Intelektual semata. Selain itu diharapkan mampu membekali anak didik kita kelak menjadi generasi yang kuat menghadapi tantangan dan cobaan hidup  di zaman yang berbeda dengan dengan sekarang.

Berdirinya sekolah tahun ini berarti telah merancang masa depan siswa minimal 10 tahun yang akan datang. Mereka hidup di zaman yang berbeda dengan sekarang, maka sekolah sudah selayaknya membekali mereka dengan kemampuan yang integral. Keberhasilan  hidup  manusia ternyata  tidak  hanya ditentukan   oleh  kecakapan  intelektualitasnya  saja tetapi lebih dikuatkan oleh kecerdasan emosinya.  Peneliti  mene-mukan  bahwa  keberhasilan  hidup  hanya  20% ditunjang  oleh  IQ selebihnya adalah  unsur  pendukung lain. Unsur  pendukung yang terbesar  adalah  EQ  atau kecerdasan  emosi. Peran IQ dalam  mengantarkan  sukses seseorang hanya menempati urutan kedua sesudah kecerdasan emosi.

Emosi di sini lebih dipandang sebagai sumber energi dan  semangat manusia yang paling kuat yang dapat  memberikan sumber kebijakan intuitif. Emosi memberi informasi penting dan berpotensi menguntungkan. Bagi  sebuah pribadi, kecerdasan emosi mampu menyalakan kreativitas, membuat  jujur dengan diri sendiri, memberikan  panduan nurani  bagi hidup dan karir, menuntun  ke  kemungkinan yang  tidak  terduga. Kecerdasan  emosi  juga  menuntut seseorang  untuk belajar mengakui dan menghargai  orang lain.  Kecerdasan emosi bekerja secara sinergis  dengan keterampilan  kognitif. Orang yang  ber-prestasi  tinggi memiliki  keduanya.  Makin  kompleks  pekerjaan   makin penting  ke-cerdasan emosi. Kekurangan kecerdasan  emosi dapat  menyebabkan  orang terganggu  dalam  menggunakan keahlian teknis atau keenceran otak yang mungkin dimilikinya.

Dalam buku” Emotional Intelligence” terdapat  lima  unsur  kecerdasan  emosi.  Pertama, kesadaran diri. Kesadaran diri mengetahui apa dirasakan pada suatu saat dan menggunakannya untuk memandu proses pengambilan keputusan, memiliki tolok ukur yang realistis  atas kemampuan diri dan kepercayaan  diri.  Kedua, pengaturan  diri. Pengaturan diri  berfungsi  menangani emosi  sehingga  berdampak  positif  pada  pelaksanaan tugas,  peka  terhadap kata hati  dan  sanggup  menunda kenikmatan  sebelum  tercapainya  sasaran,  dan   mampu segera  memulihkan  diri dari  tekanan  emosi.

Ketiga, motivasi.  Motivasi berfungsi menggu-nakan  hasrat  yang paling  dalam  untuk menggerakkan dan  menuntun  menuju sasaran,  membantu  mengambil inisiatif  dan  bertindak sangat efektif, serta berguna untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi. Keempat, Empati.  Empati  berfungsi  mera-sakan yang dirasakan orang  lain,  memahami perspektif  orang  lain,  menumbuhkan  hu-bungan  saling percaya, dan menyelaraskan diri dengan  bermacam-macam orang. Kelima, keterampilan sosial. Keterampilan sosial berfungsi menangani emosi dengan baik ketika  berhubungan  dengan  orang lain, membaca situasi  dan  jaringan sosial dengan cermat, melancarkan interaksi, dan  menggunakannya untuk mempengaruhi, memimpin, bermusyawarah, bernegosiasi, serta bekerja sama.

Kecerdasan emosi, dengan melihat pandangan di atas, jelas tidak dapat dipungkiri lagi keluarbiasaannya. Dan tentunya  hal  tersebut akan memunculkan  sinergi  baru apa-bila diterapkan dalam budaya pembelajaran.  Pengajar yang  memiliki pengetahuan dan keterampilan  dalam  hal ini memiliki kecenderungan dapat menumbuhkan iklim yang kondusif dalam pembelajaran di sekolah. Pembicaraan hal tersebut  tidak dapat dilepaskan dengan  adanya  konsep baru  dalam  pembelajaran,  yaitu  apa  yang  dinamakan dengan quantum learning atau pembelajaran quantum.

Sekolah seharusnya dirancang memadukan multi kecerdasan yang diramu dalam pembelajaran yang menarik. Mengkondisikan pemahaman pengelola dan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis multi kecerdasan tentu sangat penting.

Kebaruan konsep pembelajarn ultra moderen tersebut didasarkan  atas kondisi masa datang  yang  membutuhkan kompetensi  tersendiri. Kompetensi yang harus ada  pada setiap  orang  paling tidak terdiri  atas  akhlak  yang baik,  yang  diujudkan dalam kejujuran,  disiplin,  dan amanah;  kemampuan analisis yang terdiri atas  menggali informasi, mengolah informasi, dan mengambil keputusan; serta  keterampilan sosial, yang terdiri  atas  percaya diri, kemampuan berkomunikasi, dan bekerja sama.

Berbagai kompetensi tersebut dapat terwujud apabila model pembelajaran yang terjadi memperhatikan beberapa hal berikut. Pertama adanya kesadaran para guru untuk menjadi teladan agar siswa mempunyai pemahaman utuh dan nyata dalam tataran praktik. Kedua, peran orang tua yaitu pemahaman bahwa kecerdasan emosi akan berperan penting bagi masa depan putrannya. Ketiga melatih kecerdasan emosi baik di sekolah, di rumah, maupun bermasyarakat.

Maka di sekolah kita sudah selayaknya mulai meningkatkan layanan  yang memicu kecerdasan emosi  anak kita meningkat, seperti: a) Pemahaman diri sendiri yaitu menganali kekurangan dan kelemahan diri untuk diubah menjadi kekuatan diri dengan kegiatan mentoring, MABIT (malam bina iman dan Taqwa), dll. b) Melatih siswa menyelarsakan diri dengan berbagai karakter manusia. Kegiatannya yaitu menanamkan empati, menerima kekurangan orang lain, menghargai kelebihan dan keunikan teman. c) Melatih ketahanan diri jika menhadapi persoalan anak tidak frustasi dan mudah menyerah. d) Buku Penghubung perlu dioptimalkan dan terus dipahamkan kepada orang tua supaya rajin mencatat dan menyampaikan perkembangan putra putrinya yang menyangkut perkembangan emosi.Dan seharusnya guru melayani dengan baik curhat orang tua mencata dalam buku catatan perkembangan siswa dipantai untuk diadakan pembimbingan.

* Penulis adalah Guru SDN Sambong I Pacitan Jatim

dan Direktur Yayasan Ar Rahmah Pacitan Periode 2010/2012

About Majalah DINAMIKA GURU

Majalah PGRI Kabupaten Ponorogo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SOFTWARE SEKOLAH

TERBIT BULAN/EDISI

KATEGORI/TEMA TULISAN

Yang lagi belajar NgeBlog

Nama : Sujarmo
Alamat : Jl. Juanda 15-A Ponorogo
Office : SMP 1 Nawangan, Pacitan
email : pakjeponorogo@gmail.com

%d blogger menyukai ini: